Deklarasi Anti Syiah, Gubernur Jabar Didesak Minta Maaf

KBR68H, Jakarta - Kelompok lintas iman Jakatarub di Bandung mendesak Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta maaf atas terselenggaranya acara anti-Syiah, Minggu (20/4) kemarin.

NUSANTARA

Senin, 21 Apr 2014 21:16 WIB

Author

Luviana

Deklarasi Anti Syiah, Gubernur Jabar Didesak Minta Maaf

anti, syiah, jabar

KBR68H, Jakarta - Kelompok lintas iman Jakatarub di Bandung mendesak Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta maaf atas terselenggaranya acara anti-Syiah, Minggu (20/4) kemarin.

Ketua Jakatarub Wawan Gunawan mengatakan, Gubernur sudah seharusnya membuat pernyataan resmi dan meminta maaf kepada masyarakat dan harus menjelaskan mengapa namanya muncul dalam spanduk acara.

"Nama pejabat publik tidak pantas ada di acara seperti itu, karena acara itu pasti akan mengobarkan kebencian. Ada namanya saja sudah tidak pantas, apalagi kalau datang. Syukur dia Ahmad Heryawan tak datang. Tapi dia harus melakukan klarifikasi kepada masyarakat bahwa dia tidak mendukung acara itu. Kalau Gubernur diam,  diam itu artinya mengiyakan," ujar Wawan Gunawa ketika dihubungi KBR68H, Senin (21/4) malam.

Sebelumnya pada Minggu (2./4) sekitar seribu orang dari berbagai organisasi masyarakat Islam menghadiri deklarasi anti-Syiah di Bandung.

Deklarasi ini ditentang oleh kelompok Syiah. Organisasi yang menaungi Syiah, IJABI, khawatir deklarasi tersebut memicu kebencian terhadap kelompok Syiah. Kelompok Syiah juga sudah menyurati Kapolda Jawa Barat dan Walikota Bandung meminta klarifikasi, namun surat tersebut belum dijawab.

Komnas HAM menyatakan bahwa deklarsi anti Syiah tersebut merupakan pelanggaran HAM.

Deklarasi Aliansi Nasional Anti-Syiah berisi empat butir kesepakatan terkait keberadaan penganut Syiah di Indonesia. Salah satunya adalah desakan kepada pemerintah untuk segera melarang penyebaran faham dan ajaran Syiah.

Pemerintah juga diminta mencabut izin seluruh organisasi, yayasan, dan lembaga berkaitan dengan ajaran Syiah di Indonesia. Aliansi Nasional Anti-Syiah menyebut melakukan deklarasi itu untuk membela dan melindungi umat Islam dari penyebaran ajaran Syiah. Mereka menuding ajaran Syiah sesat.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8