Bagikan:

Bekas Lokalisasi Banyuwangi Akan Dibangun Rumah Ibadah

KBR68H, Banyuwangi- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, berencana membangun rumah ibadah di seluruh bekas lokalisasi di daerah banyuwangi yang sudah ditutup.

NUSANTARA

Senin, 28 Apr 2014 14:53 WIB

Author

Hermawan

Bekas Lokalisasi Banyuwangi Akan Dibangun Rumah Ibadah

lokalisasi, banyuwangi, ibadah

KBR68H, Banyuwangi- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, berencana  membangun rumah ibadah di seluruh bekas lokalisasi di daerah banyuwangi yang sudah ditutup.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai komitmen pemerintah kabupaten untuk menutup operasional lokalisasi.

Selama ini terdapat 12 lokalisasi di Banyuwangi dan ada 10 lokalisasi yang sudah ditutup. Azwar Anas mengatakan bahwa seluruh lokalisasi ditargetkan ditutup pada tahun 2014.

Salah satu alasan paling utama adanya kebijakan penutupan lokalisasi adalah karena angka penderita HIV/AIDS yang sangat tinggi di Banyuwangi. Saat ini penderita yang terdeteksi positif HIV/AIDS di Banyuwangi mencapai 1600 orang.

 “Saya berharap tempat- tempat ini bisa digunakan tempat ibadah. Mau Pura, gereja atau Mushola tidak apa-apa. Yang kedua hari ini saya minta kepada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan juga Dinas Koperasi untuk membuat aktifitas kegiatan bagi para pekerja seks apakah pelatihan membuat keset atau membuat sablon atau apa yang penting ada aktifitas disini,”kata Abdullah Azwar Anas (28/4).

Abdullah Azwar Anas menambahkan selain pembangunan rumah ibadah pihaknya juga terus memberikan pelatihan keterampilan terhadap bekas Pekerja Seks Komersial (PSK). Sehingga dengan pembekalan keterampilan tersebut mereka bisa memulai usaha baru dengan keahlian baru yang didapatnya.

Sebelumnya, Pemerintah Banyuwangi mengklaim telah menutup 10 dari 12 lokalisasi di daerahnya. Pemerintah pusat menggelontorkan modal usaha sebesar Rp 1,9 miliar kepada 250 lebih PSK yang bersedia meninggalkan profesinya sebagai pekerja seks.


Editor: Luviana
 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending