Bagikan:

UII Ajarkan Siswa Sekolah Membuat Pupuk Kompos

usat Studi Lingkungan Universitas Islam Indonesia (PSL UII) kembali terjun langsung ke sekolah untuk membina pembuatan pupuk kompos, dan kali ini pembinaan dilakukan di MTs YAPI Pakem Sleman, Selasa, (9/4).

NUSANTARA

Jumat, 12 Apr 2013 17:04 WIB

UII Ajarkan Siswa Sekolah Membuat Pupuk Kompos

pupuk kompos, UII

KBR68H, Yogyakarta- Pusat Studi Lingkungan Universitas Islam Indonesia (PSL UII) kembali terjun langsung ke sekolah untuk membina pembuatan pupuk kompos, dan kali ini pembinaan dilakukan di MTs YAPI Pakem Sleman, Selasa, (9/4). Pegiat lingkungan UII, Yebi, yang memandu langsung pembuatan kompos menyatakan metode penyampaian dipraktekan langsung dengan demonstrasi sehingga anak melihat secara langsung proses pembuatannya.

“Anak-anak di kumpulkan di lapangan sementara alat peraga yang dipakai berupa komposter, serbuk gergaji, dan sampah organik sudah disiapkan” katanya.

Dia menjelaskan bahwa lapisan pertama komposter berisi kompos yang sudah jadi dicampur dengan sampah organik dan pada lapis kedua ditimpah dengan serbuk gergaji. Tambahnya, untuk menjadi pupuk kompos sendiri diperlukan waktu sekitar 3 sampai 4 minggu. Selain praktek membuat pupuk kompos, PSL juga mengajarkan konsep urban farming menggunakan botol-botol bekas minuman.

Para siswa pada kesempatan tersebut diminta oleh pihak sekolah membawa botol plastik bekas minuman, tanah, dan tanaman. Proses pembuatannya, botol-botol bekas minuman tersebut diberi lubang segi panjang untuk memasukan tanah, dan lubang kecil bulat-bulat untuk udara. Setelah itu, tanah dan tanaman dimasukkan kemudian digantung menggunakan kawat di dinding.

Sumber: Radio Unisi FM

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua