Tim Investigasi Rilis Kelaparan Yahukimo

Pemerintah Provinsi Papua umumkan hasil temuan kasus kelaparan di Kabupaten Yahukimo pekan depan.

NUSANTARA

Minggu, 14 Apr 2013 19:45 WIB

Author

Azizah & Indra Nasution

Tim Investigasi Rilis Kelaparan Yahukimo

yahukimo, kelaparan, rilis

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Provinsi Papua umumkan hasil temuan kasus kelaparan di Kabupaten Yahukimo pekan depan.
Kepala Dinas Kesehatan Papua Joseph Rinta mengaku masih memeriksa kebenaran isu kelaparan yang melanda Yahukimo. Selain itu Rinta juga meminta Dinkes Kabupaten Yahukimo mendatangi Distrik Samenege. Di sana ada 61 warga meninggal karena kelaparan.

"Tapi data yang kami dapat sementara hanya dua orang yang meninggal. Itu pun dalam waktu yang cukup lama. Temuannya memang di tahun 2013, tapi itu kan kasus kematian di kampung. ada jeda waktu yang cukup lama. Tim masih di sana. Minggu depan mungkin ada berita baru kita rilis lagi. Tapi yang jelas kasus kelaparan, kasus kematian, tidak benar. Tapi kita unuk betul betul mendapatkan data yang akurat kita akan verifikasi itu," kata Rinta kepada KBR68H.

Sementara itu, Satu warga Distrik Samenage Kabupaten Yahukimo atas Kana Esema yang berusia 18 tahun, kritis akibat kelaparan.

Pastor Gereja Katolik Yahukimo,Jhon Djonga mengatakan Kana Esema tidak mendapat pengobatan yang memadai di Rumah Sakit Yahukimo sehinggs kian kritis. Saat ini korban sudah dirujuk ke rumah sakit di Wamena.

"Ada satu yang kritis di rumah sakit Wamena, yang sudah dua minggu, penyakitnya sama, dengan dua korban lain yang sudah meninggal sekarang sakit berat, di mana seluruh tubuhnya bengkak, sampai saat ini dokter tidak menemukan ini penyakit apa, pokoknya dia sudah kritis," kata Jhon kepada KBR68H

Sebelumnya, Jhon Djonga menemukan fakta ada puluhan korban meninggal karena sakit perut kronis di sembilan kampung di Kabupaten Yahukimo. Korban meninggal tidak sempat ditangani Puskesmas setempat.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Cek Fakta: Top Five Hoax of The Week

Kabar Baru Jam 17