Pelaku Kopassus, Polda DIY Tidak Takut Lakukan Penyelidikan

Kepolisian Daerah (Polda) DIY menyatakan tidak gentar melakukan penyidikan, meski tim sembilan TNI telah menyatakan pelaku penyerangan Lapas Sleman adalah 11 oknum anggota grup II Kopassus TNI AD.

NUSANTARA

Jumat, 05 Apr 2013 11:51 WIB

Author

Radio Star Jogja

Pelaku Kopassus, Polda DIY Tidak Takut Lakukan Penyelidikan

polda, DIY, Kopassus, cebongan

Kepolisian Daerah (Polda) DIY menyatakan tidak gentar melakukan penyidikan, meski tim sembilan TNI telah menyatakan pelaku penyerangan Lapas Sleman adalah 11 oknum anggota grup II Kopassus TNI AD.

Direktur Reserse Kriminal (Direkrim)  Umum Polda DIY Kris Erlangga Adji Wijaya mengatakan, pada prinsipnya penyidik Polda DIY terus bekerja menangani kasus Lapas Sleman. Termasuk menunggu hasil laboratorium forensik beberapa barang bukti yang kini masih dianalisis Mabes Polri.

“Itu kan baru pers conference, belum secara resmi, kami tetap berjalan terus. Bagaimana agar bahan yang kami miliki juga dipakai. Barang bukti masih ada di Labfor Mabes Polri,” kata Kris, kemarin.

Menurut Kris, Polda DIY baru akan menghentikan penyidikan jika persoalan itu telah diambilalih TNI. Hal itu bisa dilakukan melalui serah terima secara resmi data hasil investigasi tim sembilan yang sudah disampaikan oleh pihak TNI melalui media massa.
 
Apalagi, sejak awal hingga saat ini TNI Polri sudah sepakat berjalan bersama untuk menuntaskan kasus Cebongan.

Sebelumnya, Ketua Tim Sembilan, Brigjen TNI Unggul K. Yudhoyono di Jakarta mengatakan hasil investigasi bahwa pelaku penyerangan di Lapas Cebongan adalah Group II Kopasus TNI AD yang bermarkas di Kandang Menjangan Kartosuro. Motif penyerangan yang dilakukan 11 orang itu  dipicu solidaritas korps satuan.

Sumber: Radio Star Jogja

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Alokasi Bijak THR Masa Pandemi

Atasi Duka Sepeninggal Orang Tersayang

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam