Bagikan:

Mahasiswa Yogya Temukan Alat Bantu Terapi Autisme

Mahasiswa Yogyakarta berhasil membuat sebuah aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu terapi autisme. Alat itu dirancang tim VEO Creative dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AMIKOM Yogyakarta dari Kompetisi Microsoft Imagine Cup

NUSANTARA

Selasa, 16 Apr 2013 16:27 WIB

Mahasiswa Yogya Temukan Alat Bantu Terapi Autisme

autisme, terapi, yogyakarta

Mahasiswa Yogyakarta berhasil membuat sebuah aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu terapi autisme. Alat itu dirancang tim VEO Creative dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AMIKOM Yogyakarta dari Kompetisi Microsoft Imagine Cup 2013 tingkat Indonesia.

Aplikasi yang bernama Ahada ini memanfaatkan teknologi deteksi input berbasis gerakan Microsoft Kinect. Ahada berhasil diwujudkan menjadi sebuah sarana terapi bagi anak penyandang autisme yang dibungkus dalam kemasan game sederhana.

Cara memainkan Ahadapun tidak sulit. Anak cukup menggerak-gerakkan tangan dan jari di udara untuk bermain game yang didesain untuk melatih tiga kemampuan utama, yakni motorik, sensorik, dan interaksi sosial. Masing-masing kategori itu dibagi-bagi menjadi beberapa game.

Selain memakai platform PC dengan kombinasi layar monitor berukuran besar dan perangkat Kinect. VEO Creative juga membuat aplikasi Ahada untuk komputer tablet. Model interaksinya mirip-mirip versi Kinect, hanya saja gerakan tangan di udara diganti dengan sentuhan jari di layar.

Development Manager VEO Creative Donni Prabowo mengatakan, pihaknya terinspirasi membuat aplikasi ini lantaran melihat besarnya biaya terapi yang dikeluarkan untuk terapi autisme.

“Kisarannya bisa mencapai Rp 9 juta. Kami ingin membuat aplikasi yang memudahkan terapis atau guru dalam melakukan terapi. Dengan aplikasi ini, mudah-mudahan hingga 3 anak sekaligus bisa menjalani terapi bersama,” ujar Donni.

Sumber: radio Unisi Yogyakarta 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua