Jelang Penaikan Harga BBM, Polisi Medan Mulai Jaga Obyek Vital

KBR68H, Medan - Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyiapkan pengamanan di seluruh objek vital. Ini untuk mengantisipasi rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada awal bulan depan.

NUSANTARA

Jumat, 26 Apr 2013 10:20 WIB

Author

Radio Star News

Jelang Penaikan Harga BBM, Polisi Medan Mulai Jaga Obyek Vital

harga bbm, penjagaan, obyek vital, polisi medan

KBR68H, Medan - Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyiapkan pengamanan di seluruh objek vital. Ini untuk mengantisipasi rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada awal bulan depan.

“Selain di SPBU, kita juga akan menempatkan personel pengamanan di lokasi yang diperkirakan dikunjungi massa terkait kenaikan harga BBM itu,” sebut Kepala Sub Bidang Pengelola Informasi dan Data Bidang Humas Poldasu, MP Nainggolan, Kamis (25/4).
 
Proses pengamanan itu disiapkan, kata Nainggolan, karena kebijakan untuk menaikan harga BBM itu diperkirakan dapat menimbulkan kerawanan sosial, termasuk unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat.

“Jadi, seluruh jajaran diperintahan untuk mengantisipasi dampaknya,” sebutnya.
 
Selain pengamanan, sebut Nainggolan, pihak kepolisian juga mulai rutin melakukan patroli, baik di SPBU, kantor instansi pemerintahan, maupun lokasi-lokasi yang dianggap penting.

“Kantor Gubernur Sumut, DPRD Sumut, PT Pertamina, instansi pemerintahan termasuk kemungkinan ada aksi yang dilakukan elemen masyarakat terkait kenaikan harga BBM itu,” ujar Nainggolan mencontohkan.
 
Patroli dimaksud, tambah Nainggolan, juga untuk mencegah terjadinya praktik penyelewengan atau penyalahgunaan BBM untuk kepentingan pribadi terkait rencana kenaikan harga.

“Jika diperlukan, kita juga akan memberikan pengawalan terhadap truk tangki pembawa BBM mulai dari depo Pertamina hingga ke lokasi tertentu agar distribusi BBM tetap lancar,” ungkapnya.

Sumber: Radio Star News

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah