Hampir 40 Persen Air Minum PDAM Surakarta Bocor

Hampir 40 Persen Air Minum PDAM Surakarta Bocor

NUSANTARA

Senin, 08 Apr 2013 09:28 WIB

Author

Yudha Satriawan

Hampir 40 Persen Air Minum PDAM Surakarta Bocor

PDAM, Air Minum, Surakarta, Pipa air minum bocor

KBR68H, Surakarta - Distribusi air minum di Surakarta Jawa Tengah mengalami kebocoran hampir mencapai 40 persen. Otoritas pengelola air bersih masih mencari kebocoran di pipa-pipa yang terpasang, dan mengurangi distribusi air di malam hari.


Direktur Utama PDAM kota Surakarta Singgih Tri Wibowo mengatakan tingkat kebocoran air PDAM kota Surakarta mencapai 39 persen.


"Angka ini cukup tinggi. Saat ini akan terus kita turunkan prosentase kebocoran itu. Pertama, kita akan melihat dan mencari kebocoran pipa yang ada di lapangan. Kemudian kita lihat alat pengukur debit air atau meteran air yang mati dan kita ganti semua. Ketiga, tekanan di malam hari yang tidak terpakai itu kita turunkan. Jadi produksi malam hari kita tahan dalam reservoar atau tempat penampung cadangan, dan kita lepas pada jam-jam pemakaian. Kalau penggunaan air PDAM oleh masyarakat di sini masih dalam tahap wajar, tidak boros. Sekitar 20 meter kubik per bulan per pelanggan," kata Singgih.


Menurut Singgih, PDAM kota Surakarta masih mengandalkan sumber air dari Sungai Bengawan Solo, Mata air lereng gunung Merapi di Klaten, dan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

Lebih lanjut Singgih mengungkapkan pemakaian air di kota Surakarta masih dianggap dalam kategori belum boros. Namun, Singgih tetap berharap masyarakat kota Surakarta tetap melakukan penghematan penggunaan air bersih.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Alokasi Bijak THR Masa Pandemi

Atasi Duka Sepeninggal Orang Tersayang

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam