Gubernur Larang Demo Integrasi Papua ke NKRI, Besok

Pemprov Papua meminta kelompok masyarakat, pemuda dan organisasi kemasyarakatan lainnya untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati 50 tahun masuknya Papua ke dalam NKRI yang biasa diperingati setiap tanggal 1 Mei.

NUSANTARA

Selasa, 30 Apr 2013 12:16 WIB

Author

Katharina Lita

Gubernur Larang Demo Integrasi Papua ke NKRI, Besok

1 mei, papua, demonstrasi

KBR68H, Sorong- Pemprov Papua meminta kelompok masyarakat, pemuda dan organisasi kemasyarakatan lainnya untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati 50 tahun masuknya Papua ke dalam NKRI yang biasa diperingati setiap tanggal 1 Mei.

Gubernur Papua, Lukas Enembe mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bergandengan tangan dalam membangun Papua. Dia berharap kepada seluruh masyarakat Papua untuk ikut berkarya dalam pembangunan tersebut.

Pemprov setempat mengklaim pemerintah Indonesia telah berjasa untuk pembangunan Papua dalam perkembangannya pun sepanjang 12 tahun terakhir, walaupun belum merata.

“Meminta kepada saudara-saudara saya, adik-adik saya yang berkeinginan menyampaikan keprihatinan mereka, mungkin di 1 Mei ini saya minta untuk dihentikan, lebih bagus kita bersatu, bergandengan  tangan, kita masuk dalam menuju ke peradaban baru orang Papua, kita lebih bangun diri kita sendiri, merubah negeri ini, tidak dengan demo-demo tapi berkarya dan belajar lebih banyak sehingga dengan pengetahun itu kita bisa merubah Papua,” jelas Lukas Enembe.   
     
Gubernur Papua, Lukas Enembe menambahkan menjelang 1 Mei besok, kepolisian setempat dilarang memberikan ijin unjuk rasa kepada siapapun. Sementara rencananya, Pemprov Papua besok akan menghadiri perayaan HUT 50 tahun integrasi Papua ke NKRI di Sorong, Kabupaten Papua Barat.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10