Bagikan:

Prajurit TNI Jaga Penambangan Pasir, Pangdam Cenderawasih Evaluasi Semua Satuan di Papua

Prajurit TNI diserang saat mengamankan proyek galian pasir di sana. Pengamanan di lokasi itu dilakukan tanpa sepengetahuan komandan batalyon.

NUSANTARA

Rabu, 23 Mar 2022 18:08 WIB

Prajurit TNI Jaga Penambangan Pasir, Pangdam Cenderawasih Evaluasi Semua Satuan di Papua

Pangdam Cenderawasih Teguh Muji Angkasa, ketika melepas Satgas Kopasgat di Baseops Lanud silas Papare, Sentani, Selasa, (15/2/2022). Dok. Pangdam Cenderawasih

KBR, Jayapura- Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cenderawasih, Teguh Muji Angkasa akan mengevaluasi semua satuan TNI yang bertugas di Papua. Evaluasi dilakukan pascapenyerangan prajurit TNI oleh kelompok bersenjata di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, pada 27 Januari 2022.

Dalam peristiwa itu, tiga prajurit TNI tewas. Namun, komandan kompi (danki) Pos Gome tidak melaporkan kejadian sebenarnya. Danki melaporkan bahwa penyerangan terjadi saat prajurit TNI melakukan patroli keamanan.

Faktanya, prajurit TNI diserang saat mengamankan proyek galian pasir di sana. Pengamanan di lokasi itu dilakukan tanpa sepengetahuan komandan batalyon.

"Evaluasi pasti kita lakukan. Kalau kita tidak lakukan evaluasi, dan kita tidak menginstropeksi diri, niscaya kita ke depan tidak bisa berbuat yang lebih baik. Soal komandan kompi mengambil satu keputusan yang salah, berdampak kepada timbulnya korban dari prajuritnya sendiri, sehingga itu yang dikatakan oleh Panglima TNI seorang komandan kompi yang tidak jujur dalam melaporkan fakta kejadian yang sebenarnya," kata Teguh Muji Angkasa, Rabu (23/3/2022).

Pangdam XVII Cenderawasih, Teguh Muji Angkasa mengaku telah memerintahkan semua komandan satuan melaporkan secara jujur setiap kejadian di lapangan, sesuai fakta.

Jika ada komandan satuan yang melanggar, pasti bakal dikenakan sanksi. Katanya, dalam institusi TNI sudah ada hukuman yang patut diberikan bagi setiap prajurit yang melanggar aturan.

Baca juga:

Perintah Panglima

Sebelumnya, Panglima TNI Andika Perkasa memerintahkan prajurit TNI menjalankan kedisiplinan saat bertugas. Andika menginstruksikan anggotanya untuk tidak bertugas menjaga proyek tanpa izin pimpinan masing-masing satuan.

"Pelajaran untuk para dandim yang ada di seluruh wilayah termasuk di Papua Barat untuk tidak pernah main-main. Dalam instruksi saya, tidak ada yang melakukan pengamanan proyek apa pun kecuali atas perintah pangdam. Semua harus bisa bertindak secara disiplin hati-hati tidak sembarangan," kata Andika dalam kanal Youtube, Andika Perkasa, Selasa (22/3/2022).

Instruksi ini disampaikan Andika, setelah mengetahui tentang komandan Pos Gome melaporkan kepada komandan batalyon bahwa kompinya melakukan patroli ke sejumlah titik, namun fakta di lapangan, mereka melakukan aktivitas pengamanan proyek galian pasir.

"Kegiatan yang dilaporkan oleh komandan pos kepada komandan atasnya yaitu komandan batalyon yang waktu itu vicon (video conference) dengan saya, nah, itu bohong. Jadi, misalnya dikatakan dia mengeluarkan pengaman pos itu, patroli, ke titik ini, ke titik A, ternyata yang dilakukan itu ke proyek galian pasir," kata Andika kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/3/2022).

Andika memaparkan, saat mengamankan aktivitas penambangan pasir tersebut, sejumlah prajurit diserang kelompok bersenjata. Akibatnya tiga orang prajurit TNI tewas.

Usai kejadian tersebut, Andika memanggil seluruh jajaran TNI untuk memberikan pemahaman atas situasi tersebut.

"Ini sesuatu yang harus dipahami. Oleh karena itu saya hadirkan semua termasuk dari Kodam Kasuari, supaya semuanya juga memahami situasi," katanya.

Baca juga:

3 Prajurit TNI Tewas

Tiga prajurit TNI tewas setelah diserang kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua, Kamis, 27 Januari 2022. Juru bicara Kodam XVII Cenderawasih, Aqsha Erlangga mengatakan kelompok bersenjata itu menyerang Pos TNI di Bukit Tepuk, Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua.

Penyerangan tersebut menyebabkan dua prajurit TNI meninggal, yakni Rizal dan Baraza yang terkena tembakan di bagian perut.

Tak berselang lama pascapenyerangan, terjadi kontak senjata antara TNI dan kelompok bersenjata. Dalam baku tembak itu seorang prajurit TNI bernama Rahman tertembak dan meninggal.

Jenazah ketiga korban kini telah dievakuasi ke Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak. TNI belum dapat memastikan akan dievakuasi ke mana ketiga jenazah tersebut.

"Kini (ketiga korban) di Puskesmas Ilaga. Ini belum ada petunjuk lebih lanjut atau informasi lebih lanjut akan dibawa ke mana (korban) nanti. Akan kami akan beritahu kalau sudah ada keterangan. Saya juga belum memastikan atau belum pasti. Dari kami juga belum bisa memberikan statement (kelompok) siapa yang melakukan penyerangan. Yang jelas kelompok separatis teroris," kata Aqsha Erlangga, Kamis (27/01/2022).

Juru bicara Kodam XVII Cenderawasih, Aqsha Erlangga mengatakan ketiga prajurit TNI yang gugur merupakan anggota Yonif R 408/SBH. Mereka tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan.

Baca juga:

TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

Sementara itu, berdasarkan rilis yang diterima KBR, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas penyerangan ke Pos TNI di Ilaga.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengklaim penyerangan dilakukan pasukan pimpinan Komando Panglima Tinggi Gen Goliath Tabuni, dengan dibantu Komandan Operasi Umum Lekagak Telenggen, Panglima Kodap Ilaga Penny Murib, Panglima Kodap Sinak Militer Murib, dan Komandan Lapangan Numbuk Tekenggen.

"Komandan Operasi Umum TPNPB Mayjend Lekagak Telenggen instruksikan bahwa perang pembebasan nasional bangsa Papua oleh TPNPB berlanjut di seluruh tanah Papua, dan mobilisasi pasukan TPNPB harus dilakukan di 34 Kodap TPNPB di seluruh tanah Papua," kata Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM dalam siaran pers yang diterima KBR, Kamis (27/01/2022).

Numbuk Telenggen mengatakan telah menghubungi manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM pada pukul 05:00 pagi waktu Papua, untuk melaporkan kontak senjata yang terjadi, termasuk jumlah korban yang tewas dalam peristiwa itu.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih