Bagikan:

Pasca-Insiden Gas Beracun di PT Geo Dipa, Wisata Dieng Diklaim Tetap Aman

Pemerintah daerah meminta wisatawan tak terpengaruh terhadap kabar di media sosial yang menyebut Dieng tidak aman karena terjadi ledakan di sumur bor PT Geo Dipa Energi tersebut.

NUSANTARA

Senin, 14 Mar 2022 13:57 WIB

Dieng

Garis polisi terpasang di lokasi kecelakaan kerja di PT Geodipa Energi di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (13/3/2022). (Foto: ANTARA/Anis Efizudin)

KBR, Banyumas – Pemerintah daerah mengklaim insiden semburan gas beracun di sumur panas bumi di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, tidak memengaruhi keamanan pariwisata di Dieng secara keseluruhan.

Camat Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Achmad Fathoni menjamin Dieng tetap aman dikunjungi. Dia meminta wisatawan tak terpengaruh terhadap kabar di media sosial yang menyebut Dieng tidak aman karena terjadi ledakan di sumur bor PT Geo Dipa Energi tersebut.

Fathoni juga menyatakan lokasi semburan gas sudah disterilisasi dan dilakukan penanganan lanjutan. Kepolisian, kata Fathoni kini masih menyelelidiki penyebab insiden yang menyebabkan korban jiwa.

"Dengan adanya bencana, sedikit kesalahan teknis di Geo Dipa, itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap keamanan pariwisata Dieng. Silakan, dari manapun, wisman, baik wisatawan asing, untuk datang ke Dieng. Kapanpun, tanpa terpengaruh berita di medsos, yang melaporkan bahwa Dieng tidak aman," kata Achmad Fathoni, melalui video.

Insiden semburan gas beracun terjadi pengeboran sumur geothermal PAD 32 PT Geo Dipa Energi di Dusun Pawuhan, Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Sabtu (12/3/2022). Akibatnya, satu orang meninggal dunia dan delapan lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Dalam insiden itu, diduga ada kebocoran gas H2S dari sumur yang menyebabkan pekerja mengalami kejang, sesak napas dan muntah. Saat ini, delapan pekerja yang menderita luka dirawat di RSUD KRT Setjonegoro, Wonosobo.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia