Bagikan:

MotoGP Mandalika, Pemprov NTB Wajibkan ASN Beli Tiket

"Provinsi NTB kepada ASN-nya diwajibkan untuk menyaksikan MotoGP. ASN provinsi 4000 tiket, kemudian untuk kabupaten kota se NTB melalui bapak bupati/walikota sebanyak 16 ribu tiket,"

NUSANTARA

Rabu, 02 Mar 2022 11:55 WIB

Pembalap Repsol Honda Team Marc Marquez  hari terakhir tes pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika

Pembalap Repsol Honda Team Marc Marquez hari terakhir tes pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Minggu (13/2/22). (Antara/Andika W.)

KBR, Mataram-  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan sekitar 1 persen dari jumlah penduduk Pulau Lombok atau sekitar 35 ribu orang warga lokal bisa datang ke Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret mendatang. Utamanya dari kalangan ASN, pegawai BUMD, BUMN, TNI, Polri dan pihak terkait lainnya.

Sekda Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan, sebanyak 35 ribu tiket ini sedang disebar ke ASN dan kelompok yang diharapkan ikut menyaksikan langsung MotoGP Mandalika ini. Khusus ASN Pemprov NTB diwajibkan untuk menyaksikan MotoGP dengan kuota 4000 tiket. 

Selanjutnya untuk ASN kabupaten/kota se NTB dimobilisasi sebanyak 16 ribu tiket melalui bupati/walikota.

"Provinsi NTB kepada ASN-nya diwajibkan untuk menyaksikan MotoGP. ASN provinsi 4000 tiket, kemudian untuk kabupaten kota se NTB melalui bapak bupati/wali kota sebanyak 16 ribu tiket," ujar Lalu Gita Ariadi, Rabu (2/3).

Baca juga:


Jumlah tiket MotoGP Mandalika yang sudah terjual sampai dengan 20 Februari 2022 yaitu sebanyak 21.530 lembar tiket. Gita menilai penjualan tiket yang belum begitu menggembirakan bisa dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya masalah pandemi Covid-19.

Nantinya jika kondisi pandemi membaik dan ada kelonggaran yang diberikan kepada penonton oleh pemerintah pusat, maka kemungkinan besar tamu yang akan datang secara langsung di Sirkuit Mandalika diprediksi akan bertambah.

  

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia