Bagikan:

Minyak Goreng di Rembang Diborong dan Dijual Online

Sebagian masyarakat di sana sulit mencari minyak goreng di pasaran.

NUSANTARA

Selasa, 01 Mar 2022 14:55 WIB

Author

Musyafa

Harga minyak goreng di pasar tradisional di Rembang

Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Rembang, Jawa Tengah memantau distribusi minyak goreng di pasar tradisional, Selasa (1/3). Foto: Musyafa/KBR.

KBR, Rembang– Minyak goreng di Rembang, Jawa Tengah, diduga diborong oleh sejumlah pihak, kemudian dijual kembali secara daring atau online. Hal itu mengakibatkan sebagian masyarakat di sana sulit mencari minyak goreng di pasaran.

Padahal menurut Bupati Kabupaten Rembang, Abdul Hafidz, kebutuhan minyak goreng di Kota Garam tersebut sekira 60 ton per minggu. Ia mengaku, stok yang dipasok juga sudah cukup.

"Minyak niku janjane umpomo (minyak goreng itu seumpama) fair didistribusikan dengan cara yang benar, ora kurang. Sudah saya hitung, kebutuhan seminggu warga Kabupaten Rembang 60 ton," ungkapnya, Selasa (01/03).

Namun, lantaran ulah sejumlah orang yang membeli dalam jumlah banyak, mengakibatkan distribusi menjadi terganggu.

"Masalahe nek teko sak truk (masalahnya ketika datang satu truk), tukune ora kiro-kiro (kalau beli tidak kira-kira). Dua dus, minimal 1 dus. Dipakai? tidak, dijual online, ya apa tidak? Minyak dibawa pulang, terus buat lapak jualan online," ungkapnya, Selasa (01/03).

Dijual Lebih Mahal

Hafidz menambahkan minyak goreng yang mestinya dibanderol dengan harga Rp14 ribu per liter, dijual dengan harga Rp18–20 ribu per liter, untuk mencari keuntungan.

"Misal 1 dus 20 liter, setiap liter untung Rp5 ribu, sudah dapat Rp100 ribu. Ini yang terjadi," jelasnya.

Kata dia, beberapa pihak sudah mulai gencar menggelar operasi pasar, untuk menstabilkan harga dan memperlancar distribusi minyak goreng.

"Bukan karena pasokannya enggak ada, mungkin kalau kurang, iya. Tadi, saya lihat di Muslimat ada 3 ton, harganya Rp13.250, dari TNI ada 60 karton harganya Rp14 ribu. Artinya, minyak itu ada," tandasnya.

Kerja Sama dengan Retail Modern

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz telah menggandeng distributor untuk menambah intensitas kerja sama dengan pemilik toko di desa-desa. Tujuannya, untuk menjual minyak goreng Rp14 ribu per liter, sesuai kebijakan pemerintah.

"Mekanisme ini kita jalankan. Toko-toko retail, Indomaret dan Alfamart, pasokan minyak goreng yang diterima juga sudah mulai bertambah," kata Mahfudz.

Baca juga:

Dinas Perdagangan Rembang Pantau Harga Minyak Goreng di Pasaran

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia