Bagikan:

Jelang Ramadan, BNPT Ingatkan Penceramah Tak Gunakan Narasi Radikal

"Kalau kita ingin berdakwah jangan lupa, dalam konteks meningkatkan akhlak iman, ketakwaan kita"

NUSANTARA

Selasa, 15 Mar 2022 09:19 WIB

Kepala BNPT Boy Rafli Amar (batik), saat kunjungi Jombang, Jatim, Senin (14/03/22). (KBR/Muji Lestar

Kepala BNPT Boy Rafli Amar (batik), saat kunjungi Jombang, Jatim, Senin (14/03/22). (KBR/Muji Lestari)

KBR, Jombang- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)  Boy Rafli Amar mengimbau,  para penceramah  tidak menyuguhkan dakwah yang berpotensi menumbuhkan paham radikal. Jelang Ramadan, dia meminta   para penceramah  mengedepankan materi yang menjaga semangat hubbul wathon minal iman.

Hal ini disampaikan   Boy Rafli Amar, saat berkunjung ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Senin (14/03/22) sore.

Menurut dia, bulan Ramadan menjadi bulan yang sangat penting untuk memperkuat keimanan dan peningkatan akhlak. Disamping itu juga bisa menjadi bulan yang mampu mendekatkan hubungan antarindividu.

Dia tidak ingin dalam ceramah tersebut ada narasi yang membangun paham garis keras.

"Kalau kita ingin berdakwah jangan lupa, dalam konteks meningkatkan akhlak iman, ketakwaan kita kepada Allah Swt dalam beramal makruf nahimunkar, berarti kita juga jangan lupa prinsip hubbul wathon minal iman yang diwariskan oleh ulama-ulama besar Indonesia yang berasal dari Jombang (Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari)," kata Boy Rafli.

Baca juga:

NTB Terbitkan Pergub tentang Perlindungan Anak dari Paham Radikalisme dan Terorisme

HIDUP USAI TEROR : Membuka Ladang Jihad di Indonesia

Saat datang ke Pesantren Tebuireng, Boy Rafli disambut pengasuh pesantren, KH Abdul Hakim Mahfudz. Keduanya kemudian melakukan pertemuan tertutup di Ndalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng.

Bekas Kapolda Papua itu juga menziarahi makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Hasyim Asy’ari, di kompleks pesantren.

Boy Rafli mengatakan, semangat hubbul wathon minal iman atau cinta tanah air sebagian dari iman yang diwariskan oleh Pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari menjadi prinsip yang penting untuk terus dijaga. 

"Bersilaturahmi dan terus melakukan penguatan Islam yang rahmatan lil alamin. Tentu itulah model yang sangat baik untuk bangsa Indonesia yang beragam," tandasnya.

Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz mengungkapkan, pertemuan antara BNPT dan Pesantren Tebuireng di Ndalem Kasepuhan, membahas tentang semangat dan prinsip hubbul wathan minal iman yang diwariskan pendiri NU.

Menurut Gus Kikin, sapaan akrabnya, Kiai Hasyim Asy’ari meninggalkan warisan berupa pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah. Sehingga persatuan dan kesatuan bangsa bisa terus terjaga.

“Kami di Tebuireng mengikuti apa yang ditinggalkan oleh hadratus syekh. Yang paling utama beliau menekankan bagaimana membangun ukhuwah dan persatuan," kata Gus Kikin di Pesantren Tebuireng.

Setelah berkunjung ke Pesantren Tebuireng, Boy Rafli mengunjungi Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran Cinta Rasulullah Tembelang. 

Kunjungan dilanjutkan ke Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Disana Boy berziarah makam pendiri NU, Kiai Wahab Chasbullah.  

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Edu Talk IV YPA-MDR: Go Digital Melalui Media Ajar Interaktif