Bagikan:

Banjir Setinggi 3 Meter di Jombang, Ribuan Orang Mengungsi

Di salah satu desa di Kecamatan Mojoagung, ketinggian air mencapai 3 meter.

NUSANTARA

Jumat, 11 Mar 2022 14:01 WIB

Banjir di Jombang Jawa Timur

Kondisi rumah penduduk yang kebanjiran di Jombang, Jawa Timur, Jumat, 11 Maret 2022. Foto:KBR/Muji Lestari

KBR, Jombang- Ribuan penduduk di Jombang, Jawa Timur, mengungsi setelah rumah mereka terendam banjir, Jumat, 11 Maret 2022. Banjir itu menerjang sejumlah desa di 5 kecamatan, di antaranya Kecamatan Mojoagung, Ploso, Kudu, Peterongan dan Sumobito.

Bahkan di salah satu desa di Kecamatan Mojoagung, yakni Desa Kademangan, ketinggian air mencapai 3 meter. Akibatnya rumah warga di sana nyaris tenggelam karena luapan air sungai yang menggenangi permukiman warga.

Supervisor Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Stevie Maria mengatakan banjir ini terjadi lantaran tingginya intensitas hujan selama dua hari terakhir.

"Sekarang itu ada di Jatigedong Ploso, Kendalsari dan Madiopuro Sumobito, Kademangan Mojoagung, Bakalanrayung Kudu, terus Jatigedong Ploso, dan Tugusunberejo, Peterongan," katanya.

"Ada pengungsi, di Kademangan, Kendalsari, Tugusumberejo, Jatigedong, Bakalanrayung juga ada pengungsi," imbuhnya.

Baca juga:

Bencana ini diklaim yang terparah sejak awal 2022. Sebab, ketinggian air rata-rata mencapai 1 hingga 3 meter.

Pria yang akrab disapa Pepy ini mengatakan tingginya curah hujan membuat debit air sungai terus bertambah. Terlebih, Jombang merupakan wilayah hilir yang menjadi titik akhir aliran sebelum masuk ke Sungai Brantas.

Sungai yang meluap itu di antaranya Sungai Ngotok Ring Kanal, Sungai Gunting, Catak Banteng, Marmoyo dan Sungai Pancir.

Hingga Jumat pagi (11/03), petugas BPBD dan relawan berada di lokasi pengungsian untuk membantu mengevakuasi warga yang rumahnya kebanjiran.

Petugas juga sudah mulai mendirikan dapur umum untuk membantu kebutuhan makan dan minum warga korban banjir.

"Aktivitas warga lumpuh sampai saat ini banjir masih tinggi dan merendam rumah-rumah penduduk," pungkasnya.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?