Penolakan Rencana Impor Beras Meluas di Berbagai Daerah

"Produksi beras hasil Sukabumi melimpah, sudah sangat cukup, sudah berlebih. Kabupaten Sukabumi tidak butuh Impor."

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 26 Mar 2021 14:51 WIB

Author

Anindya Putri

Penolakan Rencana Impor Beras Meluas di Berbagai Daerah

Panen raya di Demak, Jawa Tengah. (Foto: Antara/ Aji)

KBR, Jakarta - Gelombang penolakan impor beras tahun ini semakin masif terdengar, terutama dari sentra-sentra padi. Salah satunya datang dari Kelompok Petani Tuk Songo di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Ketua Kelompok Tani Tuk Songo, Sonhaji mengatakan kebijakan impor beras akan semakin merugikan nasib petani. Jika impor dilakukan maka harga padi petani anjlok, seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Terutama petani padi seperti saya, jelas menolak impor beras. Karena kebijakan itu tidak cocok dan merugikan petani. Pada umumnya, seperti kasus sebelumnya, beras itu tidak ada harganya kalau ada impor. Saya akan panen bulan depan dan padi yang panen kemarin masih tersimpan di gudang," kata Son kepada KBR di Semarang, Jumat (26/3/2021).

Ia berharap pemerintah memikirkan ulang rencana impor tersebut, karena saat ini para petani sudah cukup kesulitan mencari penghasilan.

Dari Banyuwangi hingga Sukabumi

Selain petani Semarang, penolakan juga datang dari pemerintah daerah Banyuwangi Jawa Timur hingga Sukabumi Jawa Barat. 

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menolak tegas rencana impor beras. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat mengatakan daerahnya setiap tahun mengalami surplus beras hingga ratusan ribu ton.

"Produksi beras hasil Sukabumi melimpah, sudah sangat cukup, sudah berlebih. Kabupaten Sukabumi tidak butuh Impor," ujar Sudrajat.

Penolakan juga muncul dari Kabupaten Banyuwangi. Menurut Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan, tahun ini Banyuwangi ditargetkan menghasilkan beras sebanyak 491 ribu ton. Sedangkan tingkat konsumsi masyarakat Banyuwangi hanya 165 ribu ton. Artinya ada surplus sebanyak 345 ribu ton.

Arief mengatakan jika pemerintah tetap melakukan impor, maka penghasilan para petani akan sangat merosot. Padahal di bulan-bulan ini, para petani tengah menanti hasil jerih payahnya selama menunggu panen raya.

Bukan hanya Semarang, Sukabumi dan Banyuwangi. Pemerintah daerah Bekasi dan Karawang di Jawa Barat serta Rembang Jawa Tengah juga menolak rencana impor beras dengan alasan yang sama; yakni daerahnya diperkirakan akan mengalami surplus saat panen raya tiba.

Editor: Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

'Kiat Membuat Quality Time Bareng Keluarga'

Kabar Baru Jam 7

Sekolah Tatap Muka Mesti Diawasi

Kabar Baru Jam 8

Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa