Akun Medsos Sudutkan Gibran, Kapolresta Solo: Termasuk Sebar Hoaks

"Kita sudah DM pelaku untuk menghapus postingan itu namun tidak dilakukan. Kita panggil ke Polresta untuk klarifikasi "

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 17 Mar 2021 08:58 WIB

Author

Yudha Satriawan

Akun Medsos Sudutkan Gibran, Kapolresta Solo: Termasuk Sebar Hoaks

Pelaku yang menyudutkan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka saat dimintai klarifikasi di Polresta Solo, Jawa Tengah, Senin (15/3). (Doc)

KBR, Solo- Kepolisian  Kota Solo, Jawa Tengah menegaskan tidak ada penangkapan pada pengunggah komentar terkait postingan di media sosial yang menyudutkan Wali Kota Solo sekaligus Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming. Kapolresta Solo, Ade Safri Simanjuntak mengatakan unggahan di media sosial tersebut termasuk menyebarkan hoaks. 

Menurut Ade, pelaku sudah meminta maaf dan menandatangani surat pernyataan tertulis.

"Konten harus dibedakan. Virtual Police datang dan hadir untuk memberikan edukasi pada warga masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Kita sudah DM pelaku untuk menghapus postingan itu namun tidak dilakukan. Kita panggil ke Polresta untuk klarifikasi dan kira beri penjelasan bahwa jabatan Wali Kota, kepala daerah itu hasil demokrasi semua pihak, mekanisme tahapan Pilkada yang panjang. Jabatan kepala daerah itu bukan pemberian tetapi melalui proses demokrasi." Ujar Kapolresta Solo, Ade Safri Simanjuntak.


Sebelumnya, warga Tegal, berinisal AM di akun media sosial @arham_87 menuliskan komentar terkait unggahan akun @garudarevolution yang berisi keinginan Gibran, Wali Kota Solo menyelenggarakan laga Semifinal dan final Piala Menpora di kotanya. 

AM mengomentari akun tersebut dengan mempertanyakan pengetahuan dan kemampuan Walikota Solo dalam sepak bola dan menuding jabatan Walikota adalah pemberian.

Polresta langsung merespon unggahan AM yang masih berstatus mahasiswa ini. AM dimintai keterangan di Polresta Solo dan membuat pernyataan permintaan maaf pada Gibran terkait unggahan di media sosial tersebut.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Peraturan Presiden tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme

Kabar Baru Jam 8

Prank Bakal Berbuntut Pidana

Kabar Baru Jam 10