Pemprov Papua: Banjir Sentani Disebabkan Perambahan Hutan di Kawasan Penyangga Cycloop

Perambahan hutan itu untuk perkebunan dan penjualan kayu hasil rambah untuk pembuatan arang. Ia mengajak untuk memahami perbedaan antara perambahan dan pembalakan liar.

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 22 Mar 2019 22:33 WIB

Author

Walhamri Wahid

Pemprov Papua: Banjir Sentani Disebabkan Perambahan Hutan di Kawasan Penyangga Cycloop

Warga menggunakan perahu ke rumah yang masih terendam banjir di Kampung Yoboi, Danau Sentani, Jayapura, Papua, Jumat (22/3/2019). Banjir sudah berlangsung sepekan sejak 16 Maret lalu. (Foto: ANTARA/Gusti Tanati)

KBR, Jayapura — Dinas Kehutanan Provinsi Papua mengklaim banjir bandang yang terjadi di Sentani, Kabupaten Jayapura, sejak Sabtu (16/3/2019) lalu bukan disebabkan pembalakan liar di Cagar Alam Cycloop.

Kepala Dinas Kehutanan Papua Jan Jap Ormuseray mengatakan banjir lebih disebabkan cuaca ekstrim dan juga adanya perambahan hutan oleh warga untuk kebun dan juga pembuatan arang.

"Tidak ada pembalakan liar di Cycloop, karena itu kawasan Cagar Alam. Setahu saya selama ini terjaga dengan baik. Tapi ini lebih disebabkan oleh fenomena alam. Jadi kita tidak perlu saling mengkambing hitamkan," kata Jan Jap Ormuseray, di Jayapura, Jumat (22/3/2019).

Menurut Jap, curah hujan yang super ekstrem membuat daya tampung serapan air di gunung melebihi kapasitas,sehingga meluap.

"Curah hujan yang ektrim itu misalnya 100 milimeter perjam. Tapi yang terjadi kemarin itu curah hujan mencapai dua kali lipatnya. Jadi super ekstrem," kata Jan Jap Ormuseray.

Ia menjelaskan kawasan Cycloop secara keseluruhan masih dalam kategori baik. Namun di kawasan penyangga terjadi banyak perambahan hutan oleh masyarakat. Perambahan hutan itu untuk perkebunan dan penjualan kayu hasil rambah untuk pembuatan arang. Ia mengajak untuk memahami perbedaan antara perambahan dan pembalakan liar.

Untuk pengawasan Cagar Alam Cycloop, kata Jap, langsung dilakukan Kesatuan Pengelola Hutan Konservasi (KPHK), lembaga yang langsung di bawah Kementerian Kehutanan.

"Untuk kawasan Cagar Alam Cycloop itu pemerintah pusat yang langsung tangani. Karena itu daerah konservasi dan tidak di laksanakan oleh daerah," kata Jap.

Untuk meminimalkan perambahan oleh masyarakat, selama ini Pemerintah Daerah telah menggandeng masyarakat setempat, mulai dari Ondoafi atau kepala adat, dan pemuda setempat untuk menjadi masyarakat Mitra Polhut (MMP).

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Kontras Surabaya Desak Polisi Tangkap Pelaku Rasisme di Asrama Mahasiswa Papua

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Peran Orang Tua Dalam Mencegah Pneumonia Pada Anak