Sudah Surplus, Gubernur Ganjar Tolak Beras Impor

Ganjar menyebut rata-rata produksi beras meningkat tiap tahunnya

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 03 Mar 2016 22:07 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Sudah Surplus, Gubernur Ganjar Tolak Beras Impor

Padi varietas lokal unggul Mentik Wangi dikembangkan oleh petani organik Cilacap dan Banyumas. (Muhamad Ridlo/KBR)

KBR, Cilacap– Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menolak impor beras. Sebab, menurutnya hasil gabah tiap tahun mengalami peningkatan sehingga mencapai surplus. 

Ganjar mengklaim, Tahun 2015 lalu, perolehan gabah Jawa Tengah naik sekira 1,5 juta ton dari tahun sebelumnya yang 9,5 juta ton menjadi 11 juta ton.  Ganjar mengatakan sebenarnya surplus beras juga terjadi di daerah penghasil beras lainnya seperti provinsi Jawa Barat. Menurut dia, sudah tidak pantas membicarakan impor beras saat masyarakat sudah swasembada.

Bahkan, kata Ganjar, beras produksi Jawa Tengah, termasuk Cilacap sudah merambah kota-kota besar.

"Jangan salah lho, beras yang kita panen itu dimereki macem-macem lho. Termasuk yang dari Cilacap ini. Jadi keluar dimereki macem-macem. Yang kalau di pasar Induk Jakarta mereknya itu sudah bukan merk kita. Tapi itu mekanisme pasar. Buat saya harganya bagus seperti keluhan petani, Pak bisa, bisa nggak mendapat harga bagus. Saya senang karena Kementerian Pertanian akan road show memperkenalkan beras premium dengan harga Rp 7500 per kilogram," ujarnya kepada wartawan di sela road show di Cilacap selama dua hari antara 2-3 Maret 2016 ini. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menambahkan pemprov Jateng melalui dinas pertanian juga terus berupaya meningkatkan hasil panen petani. Salah satunya dengan mempekenalkan varietas unggul baru berupa benih inpari 3 yang diklaim memiliki potensi hasil panen tinggi, tahan penyakit dan tahan rendaman hingga dua pekan. 

Dia optimis, swasembada beras Jawa Tengah akan berlanjut di tahun ini dan tahun-tahun berikut. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Samoa Menetapkan Status Darurat Campak

Laporan Prakiraan Cuaca Sepekan Ke Depan Dari BMKG

Bakal Eksklusif, Masuk Pulau Komodo Mesti Pakai Membership?

Kabar Baru Jam 8