covid-19

Ribuan Anggota PPAD Ancam Mogok Massal

Mereka mengeluhkan pendapatan yang menurun.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 14 Mar 2016 13:29 WIB

KBR, Jakarta - Ribuan orangdari Paguyuban Pengemudi Angkatan Darat (PPAD) mendesak pemerintah untuk menutup aplikasi online tranportasi umum. Ketua PPAD Cecep Handoko mengatakan desakan ini sudah disampaikan lewat Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Rencananya, akan ada panel bulan ini terkait hal tersebut.  

"Rekomendasi penutupan aplikasi online. Nah, surat itu pun nanti menurut tadi Pak Pratikno dan pihak (Kementerian) Kominfo, mungkin akan dipanelkan. Saya tanya waktunya berapa lama, kurang dari sebulan, ngomongnya seperti itu. Dari sekarang, dari hari ini. Karena tadi saya desak juga kenapa nggak hari ini. Katanya Menterinya lagi ada di DPR," Kata Cecep Handoko di depan Istana Negara, Senin (14/02/2016).

Cecep Handoko mengancam apabila pemerintah tidak membuat panel dalam lima hari, seluruh anggota PPAD Jabodetabek akan mogok massal.

"Kami beri waktu lima hari ya, kalau tidak sampai ada keluar rekomendasi itu tidak direalisasikan untuk menutup aplikasi, kami se-Jabotabek ini mogok massal." 

Para pengemudi taksi mengeluh setelah adanya aplikasi online tranportasi umum, membuat pendapatan mereka menurun. Mereka juga beralasan aplikasi online belum mendapat izin beroperasi dari Kementerian Perhubungan.

Sementara itu Juru Bicara PPAD Daelami menambahkan, pihaknya baru sekarang mendesak penutupan aplikasi karena dampaknya baru dirasakan sekarang.

"Ya memang kan baru-baru itu tidak terasa, dan lama kelamaan ini malah menjamur. Sekarang pun untuk setoran aja susah." Ungkapnya.

Daelami juga menyesalkan perusahaan aplikasi online yang menentukkan tarif secara sewenang-wenang.

Selama demonstrasi berlangsung, pengemudi ojek online dilarang melintas di dekat lokasi. Kepolisian mengkhawatiran akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7