Nyepi, Penyeberangan Jawa- Bali Ditutup 24 Jam

Sosialisasi dilakukan oleh nahkoda kapal dan operator pelayaran.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 04 Mar 2016 12:06 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Nyepi, Penyeberangan Jawa- Bali Ditutup 24 Jam

KBR, Banyuwangi - Jelang Nyepi yang jatuh pada hari Rabu (9/3/2016) mendatang, jalur penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, akan ditutup sementara. Penutupan mulai dilakukan pada Selasa (8/3/2016). 

Kepala Cabang PT ASDP Ketapang Banyuwangi, Muhammad Yusuf Hadi mengatakan, penutupan diberlakukan selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk menghormati umat Hindu di Pulau Bali yang merayakan Hari Raya Nyepi.

Kata dia, Pihak ASDP juga menginstruksikan kepada nahkoda kapal dan operator pelayaran untuk melakukan sosialisasi kepada calon penumpang tentang penutupan pelabuhan.

"Untuk penghentian operasi kapal-kapal penyebrangan pemberangkatan terakhir dari Pelabuhan Ketapang itu Selasa tanggal 8 Maret, tepatnya jam 23.00 wib. Sedangkan pemberangkatan terakhir dari Pelabuhan Gilimanuk pada hari Rabu tanggal 9 Maret jam 05.30 WITA," jelas Yusuf, Jumat (4/3/2016). 

Jalur penyeberangan dibuka lagi dari Ketapang pada 10 Maret jam 04.00 WIB atau jam 05.00 WITA. perjalanan kita ke Gilimanuk 1 jam karena Gilimanuk baru akan dibuka jam 6. 

Pelabuhan Ketapang akan dibuka kembali pada 10 Maret 2016 pukul 05.30 WIB, karena perayaan Nyepi di Pulau Dewata sudah berakhir. Kata Yusuf, untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang hendak menyebrang ke Pulau Bali pasca Hari Raya Nyepi, PT ASDP Ketapang telah menyiapkan 52 armada kapal dan 7 dermaga MB Ponton.

Kapal-kapal tersebut saat ini telah disiagakan baik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, maupun di Pelabuhan Gilimanuk Bali untuk mengangkut penumpang yang menyebrang dari kedua pelabuhan tersebut. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri