Jelang GMT Tingkat Hunian Hotel di Pangkalan Bun Meningkat

Ada rombongan yang memesan kamar sejak 2012

BERITA | NUSANTARA

Senin, 07 Mar 2016 19:36 WIB

Author

Alex Gunawan

Jelang GMT Tingkat Hunian Hotel di Pangkalan Bun Meningkat

KBR, Pangkalan Bun-Jelang fenomena Gerhana Matahari Total (GMT), tingkat hunian hotel di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah meningkat signifikan. Misalnya hal itu dialami Hotel Swiss Bellin yang huniannya meningkat 50 persen. Bahkan General Manager (GM) Hotel Swiss Bellin Ali Alimin, mengaku ada rombongan ekspatriat yang melakukan pemesanan kamar sejak tahun 2012 lalu.

"Secara signifikan bertambahnya kisarannya sekitar 50 persen, di dalam 50 persen itu 70 diantaranya diantaranya adalah eks patriat, bahkan ada beberapa diantaranya bahkan sudah down payment," kata Alimin kepada KBR, Senin (03/07).

Alimin berharap waktu yang tersisa satu hari ke depan bisa dimaksimalkan untuk menggaet wisatawan lokal. Pasalnya, sudah ada kepastian Pangkalan Bun bakal dilewati fase gerhana matahari total. Sementara titik pengamatannya hanya satu jam perjalanan dari Pangkalan Bun.

Tak Punya Alat Khusus, Tonton Live Streaming

Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun mengingatkan jika warga yang tak memiliki peralatan khusus untuk melihat gerhana matahari, bisa menontonnya lewat layanan streaming video di laman resmi BMKG.

Kepala Stasiun BMKG Pangkalan Bun Lukman Soleh mengatakan itu dilakukan untuk menghidari kontak langsung mata saat melihat gerhana matahari total yang bisa membahayakan panca indera tersebut. 

"Ada imbauan dari BMKG (pusat) melihat gerhana matahari itu lewat streamingnya BMKG, itu menggunakan fasilitas internet, jadi tidak kontak langsung dengan melihat," tutup Lukman. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme