Dua Desa Diterjang Puting Beliung, BPBD Cilacap Akui Terlambat Terima Laporan

Pelaporan terlambat karena tidak ada sinyal.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 24 Mar 2016 12:57 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Dua Desa Diterjang Puting Beliung, BPBD Cilacap Akui Terlambat Terima Laporan

Ilustrasi. Warga dibantu relawan dan anggota TNI membersihkan puing-puing rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Sundoluhur, Kayen, Pati, Jawa Tengah, Sabtu (19/3). Foto: Antar

KBR, Cilacap – Puluhan rumah di dua desa di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah rusak akibat diterjang hujan disertai angin puting beliung, Selasa lalu.  Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy mengakui kejadian bencana terlambat dilaporkan.  “Puting belung, betul terjadi di desa itu. Pelaporan terlambat karena tidak ada sinyal. Susah memang, makanya susah dihubungi” ujar Tri Komara, Kamis (24/3/2016).

Saat ini, kata dia, BPBD Cilacap tengah menuju lokasi untuk mendata jumlah kerusakan sekaligus menyiapkan logistik. “Ya malah baru dapat data dari Pak Martono (Kepala Bidang Logistik BPBD-red) malah. Ini sedang cek, cek ke lokasi,” jelasnya.

Tri Komara menyebut, data sementara di Desa Panikel terdapat 22 rumah roboh puluhan lainnya rusak sedang dan berat. Rumah roboh terjadi di dua dusun, yakni 18 rumah di Dusun Mekarsari dan empat rumah di Dusun Muara dua. Menurut dia, tidak menutup kemungkinan masih ada desa lain yang terdampak.

“Sementara ini baru di situ. Dulu di Patimuan sekarang di Panikel. Ya betul (mengirim bantuan-red) dari Sidareja langsung, Kalau itu ya bahan bangunan rumah, seperti cat dan apa yang dibutuhkan, termasuk bahan untuk kerjabakti seperti makana,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Try Komara Sidhy berharap Kamis sore ini laporan lengkap bisa diperoleh sehingga bantuan logistik bisa dikirimkan sesuai kebutuhan.

Dia menambahkan, wilayah Panikel berada di Kecamatan Kampung Laut yang sulit diakses melalui jalur darat. "harus menggunakan perahu untuk mencapai wilayah ini. Panikel berada di tanah timbul laguna segara anakan," jelasnya.

Data yang diperoleh KBR menyebut, selain Desa Panikel, wilayah lain yang terdampak puting beliung adalah Desa Grugu Kecamatan Kawunganten. Hingga kini belum ada data soal kerusakan yang terjadi. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18