Dinas Pendidikan Jombang Tak Akan Tarik Buku Agama

Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Jawa Timur, hanya menyikapi dingin soal beredarnya buku agama yang disusupi kalimat faham ISIS di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Jombang, Jawa Timur.

BERITA | NUSANTARA | NUSANTARA

Jumat, 20 Mar 2015 13:25 WIB

Author

Muji Lestari

Dinas Pendidikan Jombang Tak Akan Tarik Buku Agama

Kalimat soal ajaran radikal dalam buku PAI Kelas XI SMA di Jombang. (foto: Muji Lestari)

KBR, Jombang – Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Jawa Timur, hanya menyikapi dingin soal beredarnya buku agama yang disusupi kalimat faham ISIS di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Jombang, Jawa Timur. Buku yang mengajarkan faham radikalisme itu tidak akan ditarik dari peredarannya.

Kepala Dinas Pendidikan Jombang, Muntholib beralasan, kutipan kalimat dalam buku agama Islam itu tidak ada yang salah. Pasalnya, pihak penulis hanya menceritakan sejarah Islam. Hanya saja setiap guru agama harus pandai menjelaskan pada anak didiknya.

“Ini harus kita pahami tetapi saya tidak mau mengoreksi masalah isi materi, masalah keagamaan saya hanya konteksnya. Kalau konteksnya di pelajaran itu adalah masalah sejarah maka sejarah harus runtut. Mulai jamannya Rosul harus runtut itu nggak boleh dilangkahi. Kalau saya nggak ada masalah yang penting bagaimana guru menyampaikannya itu supaya nggak ditelan mentah-mentah sama anak-anak,” Kata Muntholib.

Namun demikian, Dinas Pendidikan akan melakukan koordinasi dengan tim ahli untuk menindaklanjuti dan melakukan penilaian soal buku itu. Muntholib menghimbau kepada wali murid dan masyarakat agar tidak resah terhadap ramainya pemberitaan soal buku yang diduga mengajarkan ajaran Islam garis keras itu.

Sebelumnya, para guru di Jombang  dibuat resah dengan buku Pendidikan Agama Islam untuk siswa kelas XI tingkat SMA. Buku tersebut diduga berisi materi yang mengajarkan faham radikalisme mirip ISIS. Didalam halaman 78 terdapat kalimat soal ajaran yang memperbolehkan membunuh orang yang musyrik.

Editor: Antonius Eko 

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?