Buku Agama yang Mengajarkan Radikalisme Beredar di Jombang

Sekolah Menegah Atas di Jombang, Jawa Timur, dibuat heboh dengan masuknya buku-buku agama yang diduga mengajarkan faham radikalisme.

BERITA | NUSANTARA | NUSANTARA

Jumat, 20 Mar 2015 13:12 WIB

Author

Muji Lestari

Buku Agama yang Mengajarkan Radikalisme Beredar di Jombang

Buku PAI kelas XI SMA, yang diduga berisi pelajaran Islam garis keras. (foto: Muji Lestari)

KBR,Jombang – Sekolah Menegah Atas di Jombang, Jawa Timur, dibuat heboh dengan masuknya buku-buku agama yang diduga mengajarkan faham radikalisme. 

Seperti di SMA Negeri 1 Jombang, dalam buku pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas XI terdapat materi yang mengajarkan faham Islam garis keras mirip ISIS. Yakni, boleh membunuh orang yang musyrik. Ironisnya buku yang mengajarkan radikalisme tersebut ditulis oleh kumpulan guru agama itu sendiri yang tergabung dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Jombang.

Salah satu guru PAI, Mukani, mengaku menerima buku agama berupa kumpulan lembar kerja peserta didik beberapa waktu lalu. Buku ini juga telah diajarkan kepada para siswa. Namun saat akan masuk ke halaman 78 para guru terkejut karena di dalamnya ada materi yang mengajarkan faham yang  biasa dianut oleh kelompok Islam garis keras yakni boleh membunuh orang yang musyrik.

“Itu kita kan dari teman-teman MGMP, kalau yang ditunjukkan ke saya itu download dari bukunya Kemendikbud tapi saya belum menerima cetaknya, kalau memang seperti itu ya harus direvisi ulang jadi harus ditata ulang pemilihan katanya. Kemudian satu, guru harus selektif kepada buku dan materi, kedua guru harus bisa mengajarkan sikap-sikap toleran yang pas dengan Indonesia,” kata Mukani. 

Karena belum ada penarikan dari Dinas Pendidikan, para guru terpaksa tetap menggunakan buku ini namun menghindari materi yang mengajarkan faham radikalisme tersebut. Para guru meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang menindaklanjuti masalah ini karena jika dibiarkan dampaknya akan sangat berbahaya bagi siswa.

Editor: Antonius Eko  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?