Bagikan:

Terduga Teroris Trenggalek Dikenal Sosok Pemuda yang Baik

KBR68H, Trenggalek - Tersangka terorisme asal Trenggalek, Jawa Timur, Galih Aji Satria di lingkungan sekitar rumahnya di Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul dikenal sebagai sosok pemuda yang baik. Kepala Desa Wonocoyo, Didik Herkunadi, Minggu mengatakan, se

NUSANTARA

Minggu, 23 Mar 2014 20:27 WIB

Terduga Teroris Trenggalek Dikenal Sosok Pemuda yang Baik

Teroris, Jawa Timur, bahan peledak, Densus

KBR68H, Trenggalek - Terduga terorisme asal Trenggalek, Jawa Timur, Galih Aji Satria dikenal sebagai sosok pemuda yang baik. Begitu penjelasan Kepala Desa Wonocoyo, Didik Herkunadi.

Galih Aji tinggal di Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul.

Kepala Desa Wonocoyo, Didik Herkunadi mengatakan, selama ini Galih Aji tidak pernah berbuat aneh-aneh di desanya. Galih juga mau mengikuti hajatan yang digelar tetangga.

Namun Didik mengakui, belum lama ini terjadi perubahan sikap pada diri Galih Aji. Tiba-tiba Galih menghilang dan kemudian ia ditangkap Densus 88 Anti Teror. Galih diduga mengirimkan paket bom pipa ke makasar melalui jasa kurir JNE.

"Galih itu sebelumnya di lingkungan selama ini tidak pernah membuat kesalahan dengan masyarakat. Dia cukup bagus, dia juga biasa menghadiri undangan hajatan warga lain dan kelihatannya tidak ada masalah. Hanya saja pada waktu tiba-tiba mnghilang itu kami jadi bertanya-tanya," kata Didik Herkunadi.

Sementara itu, Kapolres Trenggalek, Denny Setya Nugraha Nasution mengatakan, dari hasil penelusuran ke pihak jasa kurir JNE, polisi menemukan data pengiriman paket ke Singkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Paket yang dikirim pada tanggal 18 Februari tersebut menggunakan nama pengirim Hari Rahayu yang merupakan samaran dari Galih Aji Satria.

Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap tersangka Galih pada tanggal 13 Maret lalu di Bandara Soekarno-Hatta. Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi menemukan paket berisi bom yang diduga dikirim oleh tersangka melalui jasa kurir.

Pada tahun 2011 lalu, Galih juga pernah terJerat kasus hukum di wilayah Magetan, karena kedapatan membawa bahan peledak. Akibat Peristiwa itu, ia dihukum selama 2,3 tahun.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Most Popular / Trending