SIGMA Desak Walikota Surakarta Cabut Pernyataannya

KBR68H, Jakarta - LSM Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi (SIGMA) mendesak Wali Kkota Surakarta, Hadi Rudyatmo menarik pernyataannya. Ini terkait ancaman wali kota tersebut yang bakal mempersulit warga dalam mengurus administrasi kependudukan jika golput a

NUSANTARA

Kamis, 13 Mar 2014 22:12 WIB

Author

Ade Irmansyah

SIGMA Desak Walikota Surakarta Cabut Pernyataannya

walikota surakarta, hadi rudyatmo, golput

KBR68H, Jakarta - LSM Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi (SIGMA) mendesak Wali Kkota Surakarta, Hadi Rudyatmo menarik pernyataannya. Ini terkait ancaman wali kota tersebut yang bakal mempersulit warga dalam mengurus administrasi kependudukan jika golput atau tidak menggunakan hak suaranya  dalam Pemilu. (Baca: Walikota Surakarta Ultimatum Warga yang Golput di Pemilu)

Direktur SIGMA, Said Salahudin mengatakan, pelayan adminduk merupakan hak bagi seluruh warga negara dan menjadi kewajiban pemerintah untuk memenuhi tanpa terkecuali. Menurutnya, penyelenggara negara hanya boleh menghimbau warganya untuk ikut serta dalam proses Pemilu. Bukan mewajibkan warganya untuk ikut serta dalam Pemilu. Dia menyarankan wali kota Surakarta meminta maaf kepada warganya terkait ancamannya tersebut.

“Sekali saja dia memperlakukan secara berbeda pelayanan kepada publik terhadap masyarakat yang menggunakan dan tidak menggunakan hak pilih itu adalah pelanggaran terhadap demokrasi begitu. Rakyat tidak bisa dipaksa-paksa tetapi boleh dihimbau atau dianjurkan itu boleh. Inikan semua kembali kepada kualitas calon, kalau semua calonnya berkualitas gak usah didorong-dorong dan dipaksa-paksa, gak usah dihimbau-himbau masyarakat nantinya akan berbondong-bondong kok masuk ke TPS. Jadi jangan kesalahan partai politik dalam menentukan calonnya yang berkualitas lalu kesalahannya dilimpahkan kepada masyarakat,” ujarnya kepada KBR68H saat dihubungi (13/03).

Sebelumnya Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah mengancam bakal mempersulit warga dalam mengurus administrasi kependudukan jika golput dalam Pemilu mendatang. Untuk itu Wali Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo, bakal meminta data ke Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di tiap TPS untuk melacak warga yang golput tersebut. Ia mengatakan, langkah ini diambil untuk menekan tingginya angka golput dalam Pemilu nanti. Kata dia, prosentase golput dalam Pemilu 2009 lalu di Kota Surakarta mencapai 28 persen, sedangkan pada Pilgub Jawa Tengah tahun lalu angka golput mencapai 40 persen.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun