PNA Aceh Masih Kaji Pengamanan Caleg

KBR68H, Jakarta - Pengurus Partai Nasional Aceh (PNA) bakal berembuk dengan para calegnya terkait rencana peningkatan pengamanan yang akan diberikan kepolisian.

NUSANTARA

Selasa, 04 Mar 2014 13:22 WIB

Author

Nur Azizah

PNA Aceh Masih Kaji Pengamanan Caleg

pengamanan caleg, caleg ditembak, partai aceh, partai nasional, konflik aceh

KBR68H, Jakarta - Pengurus Partai Nasional Aceh (PNA) bakal berembuk dengan para calegnya terkait rencana peningkatan pengamanan yang akan diberikan kepolisian. Ketua Umum PNA Irwansyah mengatakan, ia tak bisa memaksakan semua calegnya menerima tawaran pengamanan dari polisi. Apalagi kata dia, pengamanan semacam itu tidak diperlukan jika polisi bisa bersikap tegas.

"Kita akan kabari kepada kader dan khususnya para caleg itu untuk berkoordinasi dengan pihak keamanan. Apabila itu perlu, ya, terserah kepada mereka. Dan saya yakin Insya Allah apabila kepolisian sudah mulai bersikap tegas di lapangan, pengamanan khusus itu tidak perlu, karena pengintimidasi itu ketika dia sudah dipersempit ruangnya, dengan sendirinya dia akan hilang. Ini bukan masalah GAM, tapi cara tidak santunnya ataupun cara merebut hati rakyat dengan kekerasan itu yang harus kita lawan," jelas Irwansyah dalam program Sarapan Pagi KBR68H, Selasa (04/03).

Kekerasan bermotif politik terus meningkat di Aceh. Kepolisian mencatat dalam dua bulan terakhir ada enam penyerangan jelang pemilihan Caleg. Konflik yang melibatkan Partai Aceh, Partai Nasdem dan Partai Nasional Aceh itu menewaskan empat kader PNA. Akibatnya Partai Nasional Aceh dan Partai Nasdem menolak penandatanganan deklarasi Pemilu Damai di Aceh pada akhir Februari lalu.

Minggu malam calon anggota Legislatif dari Partai Nasional Aceh (PNA), Faisal tewas setelah diberondong tembakan oleh orang tak dikenal. Jenazah warga Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan tersebut ditemukan di dalam mobil dengan 42 luka tembakan. Diduga korban  diberondong dengan senjata laras panjang. Polisi menemukan sejumlah selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter.

Editor: Rony Rahmatha

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Make Sex Healthy Again

News Beat

Kabar Baru Jam 7