Bagikan:

Pengelola Radio Al Umm Malang Tampik Tuduhan Sebar Kebencian

Radio Al Umm menampik semua tuduhan yang menyebutkan pihaknya sudah menebarkan kebencian di masyarakat. Radio komunitas berbasis Islam itu mengaku tidak pernah sekalipun menebarkan kebencian dan menyudutkan pihak manapun dalam konten siarannya.

NUSANTARA

Senin, 31 Mar 2014 08:45 WIB

Pengelola Radio Al Umm Malang Tampik Tuduhan Sebar Kebencian

radio, malang, penyebar kebencian

KBR68H, Malang – Radio Al Umm menampik semua tuduhan yang menyebutkan pihaknya sudah menebarkan kebencian di masyarakat. Radio komunitas berbasis Islam itu mengaku tidak pernah sekalipun menebarkan kebencian dan menyudutkan pihak manapun dalam konten siarannya. 


Komisaris Radio Al Umm, Agus Hasan Bashori mengatakan isi siaran seputar dakwah Islam di radionya berdasarkan Al Quran dan Hadist, serta beberapa Mazhab besar seperti Imam Syafi’i. Dia menilai sejumlah kalangan belum memahami konten isi siaran Al Umm yang berdasar pada Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Sehingga timbulah kesalahpahaman dalam memahami siaran Al Umm.


“Kalau kita lihat orang itu ada yang kenal ada yang tidak kenal. Ada yang paham ada yang tidak paham, tapi ada yang kita sayangkan. Kita menyangkannya itu seolah-olah tergesa-gesa. Sepertinya muncul dari perasaan salah paham atau mungkin suudzon atau apa akibat tidak kenal dan laporan sepihak tadi karena teman atau saudara yang menulis tadi tidak pernah tidak pernah kemari,” jelas Ustadz Agus di kantornya (30/3)


Agus juga mengaku, pihak Nahdhatul Ulama Kota Malang tidak pernah menemuinya untuk membicarakan hal ini. Dia mengaku akan menyambangi NU kota Malang untuk mengklarifikasi hal tersebut. 


Sebelumnya dua radio komunitas di Kota Malang diancam akan dilaporkan Nahdhatul Ulama (NU) Kota Malang ke Komisi Penyaran Indonesia (KPI). Menurut NU, radio Radio Al Umm dan Radio Dakwah Islam (RDI) memuat isi siaran yang menyebarkan kebencian dan meresahkan masyarakat.


Editor: Antonius Eko 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending