Pemprov NTT Punya Utang Iklan ke Media Rp 227 Juta

KBR68H, NTT - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur masih mengutang iklan pada beberapa media cetak di NTT. Juru bicara Gubernur NTT, Lambert Ibi Riti mengatakan utang iklan itu sejak tahun lalu, dan iklan akhir tahun.

NUSANTARA

Kamis, 27 Mar 2014 17:46 WIB

Author

Silver Sega

Pemprov NTT Punya Utang Iklan ke Media  Rp 227 Juta

NTT, media, utang, pemilu

KBR68H, NTT - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur masih mengutang iklan pada beberapa media cetak di NTT. Juru bicara Gubernur NTT, Lambert Ibi Riti mengatakan utang iklan itu sejak tahun lalu, dan iklan akhir tahun.

Biro Humas kantor Gubernur NTT belum bisa membayar utang iklan karena tidak ada anggaran untuk membayar utang dan biro itu baru dibentuk Pebruari 2014.

"Ada iklan yang mesti merupakan tagihan. Tetapi tagihan itu kemudian ditujukan ke gubernur, ternyata iklan itu adalah iklan tahun lalu dan akhir tahun. Pada waktu itu Biro Humas Belum ada. Bagian kehumasan ada di Biro Umum. Begitu Biro Humas terbentuk maka iklan itu diserahkan ke Biro Humas. Sementara nomenklatur membayar iklan tahun lalu, tidak ada dalam anggaran. Karena jumlahnya tidak sedikit Rp 227 juta," kata Lambert Ibiriti, di Kupang Kamis (27/3).

Lambert menambahkan pihaknya masih akan membahas pembayaran utang iklan tersebut dengan Biro Umum dan Biro Keuangan. Dia mengatakan, jika Biro Humas harus membayar sendiri utang iklan itu maka anggaran untuk biro humas tahun 2014 sebesar 500 juta, akan dipotong 277 juta.

Lambert Ibiriti mengatakan, untuk menghindari utang iklan, pihaknya akan menandatangani kontrak kerjasama dengan berbagai pimpinan media baik nasional maupun lokal NTT. Kontrak kerjasama itu termasuk juga pemuatan atau penayangan iklan.

Jumlah Media Massa di NTT


Saat ini di NTT hidup dan berkembang 85 media massa cetak, dan eletronik nasional mapun lokal. Ini disampaikan Lambert Ibiriti dalam pertemuan dengan pimpinan media massa. Menurut dia, Biro Humas Kantor Gubernur kebingungan membagi jatah dana untuk iklan dan biaya peliputan kepada 85 media, karena dana yang tersedia sangat kecil.

"Data media dan nama wartawan ini kami rekap yang lalu. Dari rekapan yang 85 ini, saya sesungguhnya mau surati lagi. Apakah media ini masih ada atau tidak. Sebenarnya tidak perlu saya minta kepada teman-teman, kalau saya tahu bahwa ada SPS (Serikat Perusahaan Pers, red,). Ya, kalau begitu, baiklah data itu kalau bisa saya hadapat dari SPS," kata Lambert Ibiriti di Kupang, Kamis (27/3).
 
Lambert Ibiriti menambahkan, tahun 2014 ini, Biro Humas mendapat alokasi dana dari APBD 500 juta. dari jumlah tersebut lebih dari separonya untuk membayar utang iklan tahun sebelumnya. Sisanya akan dialokasikan untuk iklan dan biaya peliputan bagi 85 media.  Sementara media massa yang sudah melapor ke Biro Humas baru 35 media.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18