Merapi Sembur Material, Ahli: Embusan Saja, Bukan Erupsi

unung Merapi hari ini mengeluarkan material berupa pasir dan batu kerikil yang mengarah ke wilayah selatan dan tenggara gunung.

NUSANTARA

Kamis, 27 Mar 2014 21:17 WIB

Author

Febriana Sinta

Merapi Sembur Material, Ahli: Embusan Saja, Bukan Erupsi

Merapi Sembur Material, Embusan, Erupsi

KBR68H,Yogyakarta - Gunung Merapi hari ini mengeluarkan material berupa pasir dan batu kerikil yang mengarah ke wilayah selatan dan tenggara gunung. (Baca: Retakan di Kawah Puncak Gunung Merapi Semakin Lebar)

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTKG) Subandriyo mengatakan, embusan material Merapi dipicu oleh gempa vulkanik selama tiga hari. Kondisi ini menyebabkan terjadinya pelepasan gas. Namun ia menyatakan, Merapi masih dalam keadaan normal karena material yang keluar bukan material baru namun material lama yang merupakan sisa erupsi 2010.

"Yang keluarnya itu adalah material lama, bukan baru hanya yang menyumbat saja yang menghalangi saja bukan material baru. Kalau itu sudah material baru berarti itu Merapi sudah erupsi," terangnya kepada wartawan di kantornya, Kamis (27/3).

Subandriyo mengatakan, keluarnya material lama Merapi tidak dapat dikatakan sebagai erupsi, karena tidak disertai material baru.

"Untuk kejadian hari ini saya sebut embusan saja, bukan erupsi seperti yang terjadi bulan November lalu," jelas Subandriyo.

Selain embusan material lama, Merapi  juga mengeluarkan suara dentuman yang keras, hal ini disebabkan oleh pelepasan gas yang cukup kuat dari perut bumi. Walaupun disertai suara dentuman, namun status Merapi tidak berubah tetap normal aktif. Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang.

Dari data gerakan Merapi yang dipantau oleh Seismograf di kantor BPPTKG, gerakan Merapi hari ini hanya terjadi sekali dan tidak berkesinambungan. Hal ini menandakan embusan material dan pelepasan gas  tidak berbahaya karena hanya hanya terjadi sesaat.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik