Komnas HAM Minta KPU Perhatikan Akses Pemilih Marjinal

KBR68H, Mataram

NUSANTARA

Jumat, 28 Mar 2014 06:43 WIB

Author

zainudin syafari

Komnas HAM Minta KPU Perhatikan Akses Pemilih Marjinal

komnas, pemilu, marjinal

KBR68H, Mataram – Komnas HAM meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan akses kepada pemilih marjinal. Para pemilih marjinal yang teridentifikasi oleh Komnas HAM antaralain para penyandang disabilitas. Selain itu, pengungsi Ahmadiyah dan orang dengan masalah kejiwaan. Mereka harus diberikan kesempatan untuk memilih karena mempunyai hak yang sama dengan warga negara yang lain.

Hal ini dikatakan Sub Komisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, Imdadun Rahmat saat melakukan pemantauan ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).  Pemantauan untuk memastikan bahwa semua kelompok yang rentan bisa ikut memilih pada pemilu tahun ini.

Dari hasil pantauannya, beberapa kelompok warga seperti para remaja yang tinggal di salah satu panti asuhan di Lombok Barat juga belum masuk dalam daftar pemilih.

“Yang perlu diperhatikan adalah panti asuhan. Pengalaman dari pemantauan kemarin, masih ada sekitar 35 orang yang kalau tidak ditangani, maka 35 orang ini tidak bisa mengikuti pemilihan umum” ungkap Imdadun Rahmat saat berdialog dengan anggota KPU NTB di kantor KPU Kamis (27/03).

Komnas HAM mengharapkan agar KPU memberikan akses yang mudah bagi pemilih marjinal. Pantauan Komnas HAM ini dilakukan untuk mencegah beberapa bentuk pelanggaran HAM yang kerap terjadi pada kelompok rentan.

Jika tidak dipantau maka akan terjadi diskriminasi pada masyarakat marjinal dan rentan.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri