Kemenhub Akan Fungsikan Rel Mati di Jawa Barat

Kementerian Perhubungan akan menghidupkan kembali rel kereta di Pulau Jawa yang lama tak digunakan atau sudah mati.

NUSANTARA

Rabu, 12 Mar 2014 08:36 WIB

Author

Ninik Yuniarti

Kemenhub Akan Fungsikan Rel Mati di Jawa Barat

rel kereta, jawa barat, kemenhub

KBR68H, Jakarta - Kementerian Perhubungan akan menghidupkan kembali rel kereta di Pulau Jawa yang lama tak digunakan atau sudah mati. 


Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan menilai penghidupan rel mati bisa menekan pengeluaran pemerintah karena tak perlu membebaskan lahan untuk membuat jalur kereta baru. Rel mati yang rencanannya kembali difungsikan adalah rute Bogor-Sukabumi, Sukabumi-Cianjur, dan Cianjur-Bandung. Langkah ini, kata dia, bisa menekan tingkat kemacetan lalu lintas di jalan protokol.


"Yang sudah mati kita hidupkan kembali, bisa dan tidak sulit. Karena transportasi massal sudah harus beralih ke kereta api. Demi untuk supaya tidak terjadi kemacetan dan sebagainya. Angkutan barang sudah harus berpindah ke kereta api karena terus terang saja beban untuk jalan tidak seimbang lagi. Terlalu berat beban, rusak jalannya, sayang sekali. Jadi kalau lari ke kereta api bisa lebih efektif dan efisien." kata Menteri Perhubungan, Everest Ernest Mangindaan di Stasiun Tanjung Priok, Selasa (11/3).


Mangindaan menambahkan, kementeriannya juga akan memfungsikan kembali rel ganda yang membujur dari dari Jakarta hingga Surabaya. Kemenhub menyatakan proses itu sudah berjalan hingga 80 persen. 


Sebelumnya PT KAI mencatat 4 ribu kilometer rel kereta di Jawa dan Sumatera tak digunakan. Rencana menghidupkan rel mati sudah digagas sejak era Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal. Saat itu dia berencana mengevaluasi dan menghidupkan kembali rel-rel mati di seluruh tanah air.


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kiat Menjalani Isolasi Mandiri bagi Remaja Terinfeksi COVID-19

Bantu Sesama di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Demi Oksigen Somasi Dilayangkan