Kekerasan di Aceh Tak Ganggu Tahapan Pemilu

KBR68H, Jakarta- Komisi Independen Pemilihan Aceh (KIP Aceh) mengklaim rangkaian kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini tak mempengaruhi proses tahapan pemilu.

NUSANTARA

Selasa, 04 Mar 2014 15:34 WIB

Author

Sindu Dharmawan

Kekerasan di Aceh Tak Ganggu Tahapan Pemilu

pengamanan caleg, caleg ditembak, pemilu aceh, partai nasional, konflik aceh

KBR68H, Jakarta- Komisi Independen Pemilihan Aceh (KIP Aceh) mengklaim rangkaian kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini tak mempengaruhi proses tahapan pemilu.

Anggota KIP Aceh Hendra Fauzi mengklaim semua tahapan pemilu mulai dari distribusi logistik, hingga sosialisasi kampanye berjalan lancar. Meski begitu Fauzi berharap semua parpol dan kadernya turut menjaga keamanan di Aceh menjelang maupun sesudah pemilu.

"Kita koordinasi kemarin, kita terus mengimbau. Hari ini pemilu itu ya harus cerdas, harus betul-betul demokratis dan tidak dengan penekanan-penekanan. Biarkan rakyat memilih sesuai dengan keinginannya. Terus ya kita minimalisir, kita juga minta harapan kerjasama semua pihak, media juga, gitu kan. Untuk sama-sama mengimbau, biar tidak menjadi berkelanjutan lah proses itu," tutur Hendra kepada KBR68H, Selasa (04/03).

Anggota Komisi Independen Pemilu Aceh (KIP Aceh) Hendra Fauzi menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyusun aturan dan jadwal kampanye agar tak terjadi bentrok massa, terutama antar kader partai lokal. Namun, sebelum kampanye dilakukan, KIP Aceh bakal menggelar kembali deklarasi damai antar parpol pada pertengahan Maret ini.

Minggu malam pekan lalu, seorang kader dan caleg PNA kembali ditemukan tewas. Faisal seorang kader dan caleg PNA di Aceh Selatan tewas ditembak oleh orang tak dikenal saat mengendarai mobil. Polisi mengaku kasus penembakan ini masih dalam penyelidikan. Catatan polisi menyebutkan sepanjang dua bulan terakhir, enam teror kekerasan terjadi di Aceh. Dua di antaranya menewaskan kader PNA.

Editor: Rony Rahmatha

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

News Beat

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20