Bayi Baru Lahir Diculik, Polisi Periksa 5 Orang Saksi

Seorang bayi yang baru dilahirkan diculik di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Selasa malam (25/3). Penculikan itu dilakukan oleh perempuan yang menyamar menjadi dokter dan masuk ke Ruang Alamanda Kelasa 3 RSHS.

NUSANTARA

Rabu, 26 Mar 2014 18:00 WIB

Author

Arie Nugraha

Bayi Baru Lahir Diculik, Polisi Periksa 5 Orang Saksi

Bayi Baru Lahir Diculik, RS Hasan Sadikin

KBR68H, Bandung - Seorang bayi yang baru dilahirkan diculik di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Selasa malam (25/3). Penculikan itu dilakukan oleh perempuan yang menyamar menjadi dokter dan masuk ke Ruang Alamanda Kelasa 3 RSHS.

Direktur Utama RSHS Bandung Bayu Wahyudi mengakui adanya  penculikan bayi anak pasangan dari Toni Manurung dan Lasmaria Boru Manulang tersebut.

"Menyampaikan rasa keprihatinan yang dalam kepada pihak keluarga atas terjadinya kehilangan atau pun penculikan bayi. Dan berupaya semaksimal mungkin untuk menindaklanjuti menemukan bayi tersebut untuk dihadapkan kepangkuan ke dua orang tuanya," ujarnya saat konferensi pers di Ruang Sidang Direksi RSHS, jalan Pasteur, Bandung (26/3).

KBR68H, Bandung - Seorang bayi yang baru dilahirkan diculik di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Selasa malam (25/3). Penculikan itu dilakukan oleh perempuan yang menyamar menjadi dokter dan masuk ke Ruang Alamanda Kelasa 3 RSHS.

Direktur Utama RSHS Bandung Bayu Wahyudi mengakui adanya  penculikan bayi anak pasangan dari Toni Manurung dan Lasmaria Boru Manulang tersebut.

"Menyampaikan rasa keprihatinan yang dalam kepada pihak keluarga atas terjadinya kehilangan atau pun penculikan bayi. Dan berupaya semaksimal mungkin untuk menindaklanjuti menemukan bayi tersebut untuk dihadapkan kepangkuan ke dua orang tuanya," ujarnya saat konferensi pers di Ruang Sidang Direksi RSHS, jalan Pasteur, Bandung (26/3).

Direktur Utama RSHS Bandung Bayu Wahyudi mengatakan, penculikan bayi itu merupakan kesalahan prosuder keamanan yang telah ditetapkan. Karena kata Bayu, sekarang ini sistem keamanan di RSHS dilengkapi oleh puluhan kamera pengintai dan satuan pengamanan internal di setiap pintu masuk dan ke luar rumah sakit rujukan Jawa Barat itu.

Pada konferensi pers yang dihadiri oleh orang tua bayi dan kepolisian itu, jajaran direksi RSHS tidak melayangkan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Tetapi berjanji akan menyelidiki hal itu bersama polisi dalam tempo dekat.

Sementara itu, Kepolisian Sektor Sukajadi, Bandung, menyatakan telah memeriksa lima orang saksi penculikan bayi.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Sukajadi, Bandung, Sumi, selain memeriksa sejumlah saksi terkait penculikan bayi berusia sehari itu, pengumpulan barang bukti terus dilakukan.

"Kami cek dulu surat kelahirannya tanda bukti yang kami amankan yaitu seorang perempuan yang sudah disampaikan oleh dokter dan tentunya yang paling kami sangat-sangat harapkan untuk bisa mengungkap kejadian ini adalah apa yang sudah disampaikan dokter tadi yaitu rekaman CCTV," ujarnya saat konferensi pers di Ruang Sidang Direksi RSHS, jalan Pasteur, Bandung (26/3).

Kepala Kepolisian Sektor Sukajadi, Bandung, Sumi, mengatakan rekaman kamera pengintai (CCTV) RSHS akan diselidiki secara mendalam untuk mengetahui identitas pelaku penculikan. Sumi berjanji akan optimal menuntaskan kasus penculikan bayi di RSHS secepatnya

Kepolisian menyatakan kronologis penculikan bayi, anak dari pasangan Toni Manurung dan Lasmaria Boru Manulang, hilang pukul 19.30 WIB Selasa malam di ruang Alamanda Kelas 3 RSHS, Bandung. Usai datang seorang perempuan yang mengaku dokter dengan memakai jas putih lengan panjang memeriksa ibu dan bayi.

Editor: Anto Sidharta


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror