Anggaran Belanja Modal dan Hibah Jabar Besar Karena Jumlah Penduduk

KBR68H Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berdalih pengalokasian anggaran belanja modal dan hibah yang berjumlah besar disebabkan jumlah penduduk yang terus bertambah.

NUSANTARA

Sabtu, 01 Mar 2014 11:35 WIB

Author

Ninik Yuniati

Anggaran Belanja Modal dan Hibah Jabar Besar Karena Jumlah Penduduk

Jabar, Aher, Korupsi, BPKP, KPK

KBR68H Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berdalih pengalokasian anggaran belanja modal dan hibah yang berjumlah besar disebabkan jumlah penduduk yang terus bertambah. 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, alokasi anggaran di sektor pendidikan di antaranya dana BOS pendidikan dasar hingga SLTA bahkan mencapai 5,3 triliun rupiah. Aher mengklaim dana hibah 2011 dikeluarkan untuk menambah 6000 ruang kelas. Jumlah kelas yang harus dibangun ini bertambah karena ruang kelas yang ada di provinsi Jawa Barat hanya sanggup menampung 65 persen siswa. Ini pula yang jadi sebab, banyak siswa yang putus sekolah.

"Sebab ini penting, bangunan ruang kelas itu penting banget, Jawa Barat kurang ruang kelas. Kalau SD, SMP, lulus, kemudian masuk seluruhnya SLTA, itu hanya menampung 65 persen. Jadi dipaksa mereka tidak sekolah gara-gara ruang kelas. Oleh karena itu kita mau bangun ribuan kelas, 2011 kami bangun ruang kelas 6 ribu, 2012-2013, 6 ribu juga. Jadi saya di periode kedua itu, tahun 2014-2018 itu akan ngebangun sebanyak 6 ribu lagi. Supaya tertampung anak bangsa ini," kata Ahmad Heryawan di Kantor KPK, (28/2).

Gubernur provinsi Jawa Barat Ahmad Heryawan menambahkan, dana hibah juga dikeluarkan untuk pembangunan di sektor perumahan. Menurutnya, setiap tahun pemprov membangun 20 ribu rumah layak huni akibat banyak warga yang tidak memiliki tempat tinggal. Aher menegaskan penggunaan dana hibah dibenarkan secara politik anggaran. Namun, kata dia, perlu pengawasan dan supervisi agar penggunaan dana tersebut tidak menyimpang. Aher mengklaim, pihaknya berkomitmen untuk bekerja sama dengan KPK dan BPKP dalam koordinasi, supervisi dan pencegahan korupsi (Korsubag).

Editor: Irvan Imamsyah

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10