Ahok Tak Lirik Bus Produksi INKA untuk Armada Transjakarta

KBR68H, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku lebih memilih bus buatan asing ketimbang buatan lokal.

NUSANTARA

Sabtu, 01 Mar 2014 08:29 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Ahok Tak Lirik Bus Produksi INKA untuk Armada Transjakarta

kpk, bus, transjakarta, korupsi, inka

KBR68H, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku lebih memilih bus buatan asing ketimbang buatan lokal. Alasannya, karena ia ragu dengan kualitas produk lokal, apalagi jika merujuk pada PT Inka yang kerap menggandeng Cina saat memproduksi kereta. Menurut Ahok, kualitas dan daya tahan bus asal Eropa dan Amerika sudah terbukti bagus, meski harus dibeli dengan harga yang lebih mahal. (Baca: Jokowi Ancam Pidanakan Perusahaan Fiktif Pemenang Tender Bus Transjakarta)

"Bukan mendadak orang tahu kebutuhan Transjakarta dari dulu sampai sekarang ada kok. Sekarang kita suruh mereka kesempatan memasukan ke e-catalog. Sekarang dia masuk ke e-catalog kita tahan nih. Kan sudah dari tahun lalu kan. Kita juga harus siapkan diri dong. Lokal, Inka saja bikin kereta gandeng Cina. Nanti lokal-lokal anda cuma dipinjamkan bendera. Makanya kita gandeng Astra saja, kita masukin Scania seperti di Bogota pakai body alumunium jadi kalau harganya lebih mahal lebih baik," kata Basuki Tjahaja di Balai Kota.

Sebelumnya Menteri Perindustrian MS Hidayat mengimbau pengelola bus Transjakarta  untuk menggunakan bus lokal ketimbang bus asal Cina yang kini kualitasnya dipersoalkan. Namun ia mengakui jika kapasitas produksi bus produsen lokal baru mencapai 5.000 unit bus setiap tahunnya. (Jokowi: Audit Pengadaan Bus Transjakarta Akan Disetor ke KPK)

Editor: Irvan Imamsyah

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Program Restrukturisasi Jiwasraya

Kabar Baru Jam 8

Kapan Kekebalan Terbentuk Usai Vaksinasi Covid-19?

Kabar Baru Jam 10