10% Caleg di Jawa Barat Akan Terganggu Jiwanya Pada Pemilu 2014

KBR68H, Bandung - Tim Penanggulangan Kesehatan Penyakit Jiwa (PKPJ) Jawa Barat memprediksi, pada Pemilu 2014 di Jawa Barat bahwa sebagian besar caleg akan mengalami gagal jiwa atau mengalami stress yang berkepanjangan.

NUSANTARA

Senin, 24 Mar 2014 14:11 WIB

Author

Arie Nugraha

10% Caleg di Jawa Barat Akan Terganggu Jiwanya Pada Pemilu 2014

caleg, jabar, jiwa

KBR68H, Bandung - Tim Penanggulangan Kesehatan Penyakit Jiwa (PKPJ) Jawa Barat memprediksi, pada Pemilu 2014 sebagian besar caleg di Jawa Barat akan mengalami gagal jiwa atau mengalami stress yang berkepanjangan.

Perkiraannya sekitar 10 persen Caleg terganggu kejiwaannya dari seluruh kandidat di Jawa Barat. Pemicunya adalah adanya beban harus mengunjungi Dapil-Dapil dengan intensitas tinggi, harus selalu tampil lebih menarik juga mengalami berbagai ancaman dan teror.

Maka tim PKPJ memerintahkan kepada seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk menyediakan kamar perawatan kejiwaan. Tujuannya untuk merawat calon legislator (Caleg) yang terganggu jiwanya atau stress pada pemilu legislatif 2014.

Menurut anggota tim PKPJ Jawa Barat, Teddy Hidayat, kamar yang harus disediakan itu hanya untuk Caleg yang mengalami gangguan jiwa ringan.

"Itu harus melayani para calon calon legislatif yang mengalami masalah kejiwaan. Diharapkan setiap rumah sakit umum daerah itu

menyediakan 5 sampai 10 tempat tidur untuk menangani kasus kejiwaan. Itu memang sudah diinstruksikan dari dinas. Untuk rumah sakit Hasan Sadikin kami mempunyai ruangan psikiatri sendiri," ujarnya di Rumah Sakit Jiwa Jawa Barat, Bandung Senin (24/3).

Fasilitas pelayanan kamar gangguan jiwa Caleg hampir sama dengan pasien rawat inap umum lainnya. Alasannya kata Teddy, Caleg yang mendapatkan perawatan hanya mengalami gangguan jiwa seperti stress, susah tidur, cemas, depresi, sering protes dan marah.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10