Warga Mentawai Diajari Jurnalistik untuk Laporkan Kondisi Desanya

Kabupaten Kepulauan Mentawai membutuhkan perangkat komunikasi radio yang tersambung antarpulau sehingga akses informasi pembangunan cepat sampai ke masyarakat.

NUSANTARA

Jumat, 22 Mar 2013 12:10 WIB

Author

Radio Sasaraina FM

Warga Mentawai Diajari Jurnalistik untuk Laporkan Kondisi Desanya

mentawai, komunikasi, radio, jurnalistik

KBR68H, Mentawai- Kabupaten Kepulauan Mentawai  membutuhkan perangkat komunikasi radio yang tersambung antarpulau sehingga akses informasi pembangunan cepat sampai ke masyarakat.

"Kita secara bertahap berupaya cari solusinya. Dukungan dari pemerintah provinsi dan Kementerian Komunikasi dan Informasi RI tentu sangat dibutuhkan," kata Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet  dalam dialog khusus bersama Radio Sasaraina, Kamis malam (21/03)

Menurut dia, penyediaan perangkat komunikasi seperti pemancar radio pada empat pulau di Mentawai sangat penting sebagai sarana penyampaian informasi antar masyarakat dengan pemerintah daerah.

Sebab Kepulauan Mentawai menyandang status daerah tertinggal karena akses transportasi dan akses komunikasi yang masih jauh dari memadai hingga saat ini.

Kondisi geografis wilayah Mentawai yang terdiri atas empat pulau besar dan sebagian pulau-pulau kecil sehingga sarana transportasi menggunakan jalur laut terutama antar pulau. Sebanyak 43 desa dari sepuluh kecamatan yang ada di sana, semuanya tersebar di pulau-pulau dengan jarak tempuh jalur laut ada yang mencapai delapan sampai 10 jam.

Menurut Bupati membawa Mentawai ke luar dari keterisolasian, maka sarana komunikasi dan informasi harus dibuka, begitu juga halnya dengan akses transportasi darat.

Khusus transportasi darat sudah ada program dari pemerintah untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang disebut trans Mentawai, tentu ini suatu harapan yang dinantikan masyarakat. Sedang untuk akses komunikasi, tambah dia, Pemkab telah menjalin kerja sama dengan pihak telekomunikasi untuk pembangunan tower.

Kini tower yang sudah berfungsi ada tiga unit, masih dalam tahap pembangunan sekitar tujuh unit diharapkan segera selesai dalam waktu cepat. Sedangkan yang berkaitan sarana pemancar radio dalam tahap penjajakan dengan pihak RRI Padang.

Menurut Yudas dua persoalan ini (akses komunikasi dan transportasi darat, red) jadi kunci percepatan pemabngunan Mentawai dapat sejajar dengan daerah lainnya.

Jadi kalau penyediaan perlengkapan komunikasi dan akses transportasi lancar, baru dapat berbica soal kualitas pendidikan dan kesehatan serta pergerakan ekonomi masyarakat.

"Kini pola yang sedang dirancang untuk sosialisasi masyarakat membentuk kelompok-kelompok kelompang capir pada komunitas nelayan, pertanian dan lainnya di tingkat masyarakat," ujarnya.

Tujuannya keleompok tersebut dapat sebagai wadah penyampaikan informasi dari pemerintah daerah ke masyarakat dan begitu sebaliknya. Setiap kelompok rencananya akan diberi radio sebagai sarana komunikasi, termasuk menyampaikan kalau ada permasalahan di wilayahnya.

"Kita akan latih kelompok capir mengenai dasar - dasar jurnalistik sehingga punya kemampuan untuk melaporkan kejadian di desa masing-masing," katanya.

Sumber: Radio Sasaraina FM

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak