Saksi Cagub Sumut Minta Pilkada Ulang di Medan

Saksi dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (Esja) meminta KPU mengulang pemungutan suara di Kota Medan.

NUSANTARA

Selasa, 12 Mar 2013 22:22 WIB

Author

Andang Suyadi

Saksi Cagub Sumut Minta Pilkada Ulang di Medan

Pilgub Sumut

KBR68H, Medan - Saksi dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (Esja) meminta KPU mengulang pemungutan suara di Kota Medan. Hal itu disampaikan saat KPU Medan menggelar Rapat Pleno Terbuka hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilukada gubenur 2013.

Saksi Henri John meminta pemungutan suara diulang karena pastisipasi warga Medan rendah, hanya 36,6 persen. Ini menunjukan kalau calon pemenang tidak di dukung rakyat.

"Kalau pilkada diadakan dengan tingkat partisipasi seperti ini, itukan calon yang terrpilih itukan sepertinya kurang didukung penuh oleh rakyat, oleh karena itu kami meminta kepada KPU supaya untuk Kota Medan supaya dilakukan pencoblosan ulang supaya fair betul dan kita di situ semua berupaya untuk meningkatkan tingkat partisipasi pemilih yang ada di Kota Medan," ujarnya.

Sementara saksi pasangan Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (Gusman) dan Esja tidak mau menanda tangani berita acara hasil perolehan suara. Sedang saksi dari pasangan Chairuman Harahap-Fadly Nurzal (Charly) sama sekali tidak hadir.

Hasil perolehan suara untuk Kota Medan pasangan Gusman mendapat 177.082 (23,38 %), nomor urut 2 Esja memperoleh 193.241 (25,52%), nomor urut 3 Charly berjumlah 45.905 (6,06%), nomor urut 4 Amri Tambunan-Rustam Effendi Nainggolan (AmriRe) berjumlah 61.962 (8,18%). Sedang nomor urut 5 Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi (Ganteng) memperoleh 279.156 suara (36,86%).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

10 Anak Tersangka Kerusuhan 22 Mei Layak Mendapat Diversi

Kabar Baru Jam 7

News Beat

Kabar Baru Jam 20