covid-19

Ratusan Ribu Ton Pupuk Subsidi Tidak Terserap di Jateng

Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah akan mengevaluasi penyaluran pupuk di daerah itu agar sesuai dengan kebutuhan petani. Evaluasi dilakukan karena sebanyak lebih dari 160 (165-web) ribu ton urea dan 20 ribu tok SP-36 tidak terserap oleh petani Jawa Te

NUSANTARA

Rabu, 06 Mar 2013 20:26 WIB

Author

Ratusan Ribu Ton Pupuk Subsidi Tidak Terserap di Jateng

pupuk, jateng

KBR 68H, Kudus - Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah akan mengevaluasi penyaluran pupuk di daerah itu agar sesuai dengan kebutuhan petani. Evaluasi dilakukan karena sebanyak lebih dari 160 ribu ton urea dan 20 ribu tok SP-36 tidak terserap oleh petani Jawa Tengah sepanjang 2012.

Kepala bidang Perdagangan Dalam Negeri Provinsi Jawa Tengah Listiyana mengatakan penyerapan pupuk gagal karena sejumlah persoalan, seperti perubahan musim tanam, jenis varietas baru dan kesalahan dalam perencanaan.

”Kemarin penyalurannya tidak seratus persen, memang masih ada sisa tidak semua terserap, kondisi ini kita bahas tidak terserapnya karena masalah apa, mungkin perencanaanya yang salah, karena kita tidak bisa memprediksi situasi hujan, situasi panas, situasi panen, situasi panen yang seharusnya mereka bisa menanam tiga kali tinggal dua kali jadi kebutuhan pupuknya berkurang,” kata Listiyana.

Kepala bidang Perdagangan Dalam Negeri Provinsi Jawa Tengah Listiyana menambahkan pupuk kimia kurang laku ketimbang pupuk organik. Di Jawa Tengah realisasi penyaluran pupuk organik mencapai 104 persen lebih. Hal ini menunjukkan kesadaran petani terhadap pentingnya pupuk organik telah meningkat.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

UU Cipta Kerja Bermasalah, Formil dan Materiil

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17