Polda Gorontalo Terjunkan Seluruh Personil untuk Amankan Pemilukada

KBR68H, Jakarta

NUSANTARA

Kamis, 28 Mar 2013 12:56 WIB

Author

Ade Irmansyah

Polda Gorontalo Terjunkan Seluruh Personil untuk Amankan Pemilukada

polda, gorontalo, pemilukada

KBR68H, Jakarta – Kepolisian Daerah Gorontalo mengerahkan seluruh personilnya untuk mengamankan pemilihan walikota secara langsung pada hari ini. Juru Bicara Kepolisian Gorontalo, Lisma Dunggio mengatakan pengamanan ketat itu atas perintah langsung dari Kepala Kepolisian Gorontalo Budi Wisessa. Lisma mengatakan berdasarkan pantauan polisi Pilkada hari ini berjalan lancar dan aman. Meski begitu aparat tetap siaga apabila ada pihak yang ingin mengganggu kelangsungan Pilkada.

“Karena ini sudah sesuai dengan undang-undang, jadi tidak boleh ada satu oknumpun bisa menggagalkan ha ini, dan ini sudah merupakan perintah Undang-undang jadi kita tidak bisa main-main. Makanya perintah bapak Kapolda bahwa seluruh anggota polisi harus diturunkan sejak kemarin itu sudah full polisi berada di TPS semua dan tidak tergantung pada jumlah yang dikondisikan saat perencanaan tapi seluruh baik perwira, bintara itu semua diturunkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, bahkan Brimob pun sudah disiapkan secara keseluruhan” kata Lisma kepada KBR68H ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Sekitar 1,400 anggota Polda Gorontalo dikerahkan untuk mengamankan pemilihan walikota secara langsung hari ini. Pengamanan juga melibatkan TNI dan petugas keamanan daerah. Ketatnya pengamanan itu untuk mengantisipasi dampak susulan, setelah KPU kemarin membatalkan pencalonan Adhan Dambea dan Indrawanto Hassan.

Adhan Dambea adalah walikota yang masih berkuasa saat ini. Namanya dicoret, setelah pengadilan memutuskan ijazah SD miliknya bermasalah. Adhan Dambea juga terseret kasus penyerangan gedung TVRI Gorontalo yang dilakukan massa pendukungnya.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Alokasi Bijak THR Masa Pandemi

Atasi Duka Sepeninggal Orang Tersayang

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam