Perangkat Desa di Pati Minta Jamkesda

Semestinya Jamkesda dan Jamkesmas bukan semata-mata untuk warga miskin saja, tapi juga dapat diberikan kepada perangkat desa yang tidak atau memiliki bengkok kurang dari 1 hektar. Karena penghasilan mereka, masih jauh dari Upah Minimum Kabupaten (UMK).

NUSANTARA

Jumat, 08 Mar 2013 19:58 WIB

Author

Radio Pas Pati

jamkesda, pati, perangkat desa

Semestinya Jamkesda dan Jamkesmas bukan semata-mata untuk warga miskin saja, tapi juga dapat diberikan kepada perangkat desa yang tidak atau memiliki bengkok kurang dari 1 hektar. Karena penghasilan mereka, masih jauh dari Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Nasib para perangkat desa, terutama yang tidak memiliki bengkok, dan yang memiliki bengkok kurang dari 1 hektar, seharusnya diakses masuk sasaran Jamkesmas atau Jamkesda. 

Kades Wonorejo Kecamatan Tlogowungu, Widodo, yang dimintai tanggapannya, usai peluncuran kartu Jamkesmas dan Jamkesda bagi warga miskin mengatakan, dalam pelaksanaannya pelayanan dua program Jaminan Kesehatan itu, ada ketidaksinkronan dalam pelaksanaannya. Sehingga perangkat desa yang berpenghasilan dibawah UMK, tidak masuk dalam program tersebut.

“Itu dia hanya berpatokan pada kebijakan tunjangan pemerintah tentang pada TPAPD. Ini kalau dikriteria dia masuk masyarakat miskin tapi dia tidak mendapatkan fasilitas Jamkesma atau Jamkesda,” pintanya.

Untuk itu, Kades Wonorejo Kecamatan Tlogowungu, Widodo meminta, agar Bupati Pati dan dinas/instansi terkait untuk memikirkan nasib Kades dan perangkat desa yang mengandalkan TPAPD dan besarannya di bawah UMR.

Sementara itu, warga miskin di Pati yang masuk data sasaran Jamkesda maupun Jamkesmas mencapai lebih dari 780.945 jiwa atau hampir mencapai 57% dari jumlah penduduk Pati.

Sumber: radio PAS Pati 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

KPK Hentikan Puluhan Penyelidikan Kasus Korupsi

Sulap Limbah Jadi Produk

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13