Pemerintah dan Gubernur se-Jawa Tekan MoU Pembangun Rusunawa Pekerja

Kementerian Perumahan Rakyat dan Gubernur se-Jawa sepakat bekerjasama membuat rumah susun sewa (rusunawa) bagi pekerja di kawasan industri. Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan rusunawa itu rencananya dapat menampung 30-an ribu pekerja di selur

NUSANTARA

Jumat, 15 Mar 2013 13:40 WIB

Author

Guruh Dwi Riyanto

Pemerintah dan Gubernur se-Jawa Tekan MoU Pembangun Rusunawa Pekerja

rusunawa, pekerja, jawa

KBR68H, Jakarta – Kementerian Perumahan Rakyat dan Gubernur se-Jawa sepakat bekerjasama membuat rumah susun sewa (rusunawa) bagi pekerja di kawasan industri. Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan rusunawa itu rencananya dapat menampung 30-an ribu pekerja di seluruh Jawa. Menurutnya, ini akan menghemat pengeluaran pekerja.

"Untuk mengurangi biaya sewa rumah yang selama ini membebani para pekerja, termasuk biaya transport. Karena, rusunawa yang kita bangun, kita mohon pada Pemda agar tanahnya dekat dengan lokasi industri. Karena selama ini rumah pekerja dengan lokasi kerja cukup jauh. Bahkan, ada yang sampai membeli motor untuk menghemat biaya,"  ujar Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz usai menandatangani nota kesepahaman pembangunan rusunawa dengan Gubernur se-Jawa di Senayan, Jakarta.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengharapkan, Pemerintah Daerah hanya menarik ongkos sewa sebesar Rp 50 ribu per bulan kepada pekerja. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pekerja menghabiskan Rp 800 ribu setiap bulan untuk ongkos transportasi kerja. Di lain sisi, pekerja juga menghabiskan rata-rata Rp 300 untuk ongkos sewa rumah.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak