Orangtua di Balikpapan Tolak Imunisasi Karena Tak Halal

Hingga kini puluhan ribu anak maupun bayi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur belum diberikan vaksin. Sampai saat ini para orangtua menolak anaknya diberikan vaksin pencegahan penyakit apa pun dengan alasan tidak halal.

NUSANTARA

Jumat, 08 Mar 2013 19:31 WIB

Author

Orangtua di Balikpapan Tolak Imunisasi Karena Tak Halal

vaksinasi, balikpapan, halal, tolak

KBR68H, Balikpapan – Hingga kini puluhan ribu anak maupun bayi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur belum diberikan vaksin. Sampai saat ini para orangtua menolak anaknya diberikan vaksin pencegahan penyakit apa pun dengan alasan tidak halal.

Karena masalah ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dyah Muryani meminta orangtua yang menolak anaknya diberikan vaksin membuat surat pernyataan dan siap bertanggungjawab atas segala konsekuensi yang akan dialami anaknya di kemudian hari.

“Mulai banyak keraguan dari masyarakat, tentang masalah vaksin, ada beberapa, ada sekolah yang sudah menolak 100 persen, ada beberapa RT, ada jajaran pesantren, ya tadi kehalalan (jadi factor penolakan), yang utama itu. Jadi kami buat surat pernyataan bahwa dia memang menolak, karena takutnya kalau dia sakit terus menular atau dia sebagai penular masyarakat sekitar dia harus bertanggungjawab,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dyah Muryani menjelaskan vaksin diberikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh balita. Dengan vaksin pula balita kebal terhadap kuman penyakit yang bisa menyebabkan sakit berat, cacat atau meninggal dunia.Vaksin-vaksin untuk balita diantaranya campak, polio, hepatitis A dan B, dan vaksin untuk difteri.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Hakim Diminta Dalami Kesaksian Pelajar Korban Penyiksaan Polisi

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14