Bagikan:

Makin Macet, Yogya Perlu Perbaiki Kualitas Angkutan Umum

Kemacetan di ruas jalan perkotaan di Yogyakarta makin tak terkendali. Kondisi ini tak hanya terlihat saat libur panjang, tapi sudah terjadi setiap hari. Tingkat kemacetan per hari mencapai sekitar tujuh persen. Diperkirakan meningkat 45 persen pada 2023.

NUSANTARA

Jumat, 08 Mar 2013 16:57 WIB

Makin Macet, Yogya Perlu Perbaiki Kualitas Angkutan Umum

macet, yogyakarta, angkutan umum

Kemacetan di ruas jalan perkotaan di Yogyakarta makin tak terkendali. Kondisi ini tak hanya terlihat saat libur panjang, tapi sudah terjadi setiap hari. Tingkat kemacetan per hari mencapai sekitar tujuh persen. Diperkirakan meningkat 45 persen pada 2023.

“Perlu diambil langkah serius, 10 tahun lagi kemacetan hampir terjadi di setengah ruas jalan utama Yogyakarta,” kata pengamat transportasi UGM Ahmad Munawar.

Guru Besar Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik ini berpendapat, penambahan panjang jalan dan fly over di daerah perkotaan justru akan memicu pertumbuhan kendaraan pribadi yang semakin tinggi.

Menurutnya, solusi utama yang bisa diambil adalah perbaikan angkutan umum. Namun menurut pengamatannya, kondisi rata-rata angkutan umum di DIY saat ini sangat memprihatinkan. Transportasi massal Trans Jogja yang menjadi tumpuan perbaikan angkutan umum diakuinya tidak berkembang seperti direncakan sebelumnya. “Sampai sekarang jumlahnya saja tetap tidak bertambah,” ungkapnya.

Selain itu, kondisi angkutan umum yang ada saat ini semakin lama makin tidak terawat dan banyak yang sudah tidak layak jalan. Ditambah jumlah penumpang yang semakin sedikit dan sering terjadinya kecelakaan.

Untuk mengatasi kemacetan, Munawar berharap ada usaha penyelamatan angkutan umum. Langkah ini perlu didukung aturan dan dana dari Pemprov DIY. Dia juga mengusulkan perlu dikembangkan segera angkutan umum yang terintegrasi dan memenuhi standar pelayanan minimal di seluruh wilayah.

Munawar menyebut, dari hasil survei kondisi transportasi perkotaan, sekitar 81 persen kendaraan lebih banyak diisi oleh kendaraan pribadi dimana sepeda motor menempati porsi paling banyak yakni 74 persen. Sedangkan kendaraan kendaraan berupa bus hanya 10 persen.

Sumber: radio Unisi Yogyakarta

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua