KPU Malra Verifikasi Dukungan Calon Independen

KPU Maluku Tenggara masih melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan pasangan independen. Ini dilakukan setelah tahap pertama penyampaian dukungan ditemukan adanya penolakan dukungan dari masyarakat pemilik dukungan. Untuk itu KPU Maluku Tenggara kemb

NUSANTARA

Rabu, 06 Mar 2013 12:35 WIB

Author

Radio Gelora Tavlul

KPU Malra Verifikasi Dukungan Calon Independen

KPU Malra, Calon Independen

KBR68H, Tual - KPU Maluku Tenggara masih melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan pasangan independen. Ini dilakukan setelah tahap pertama penyampaian dukungan ditemukan adanya penolakan dukungan dari masyarakat pemilik dukungan. Untuk itu KPU Maluku Tenggara kembali memberikan kesempatan kedua kepada para kandidat independen untuk melakukan perbaikan.

Masa perbaikan telah berakhir pada tanggal 27 Februari lalu dan kini KPU Maluku Tenggara lewat PPS di setiap ohoi/desa melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan perbaikan. Data ini sudah disampaikan oleh para kandidat independen kepada KPU Maluku Tenggara .

Salah satu anggota KPU Maluku Tenggara Semi Masreng mengatakan, petugas di lapangan selama ini bekerja profesional dan tetap patuh pada aturan. Untuk itu hasil verifikasi nanti adalah hasil terbaik dan benar-benar dari aspirasi masyarakat pemilik dukungan yang sudah disampaikan oleh para kandidat kepada KPU.

Ia berharap tidak ada rekayasa dukungan seperti yang ditemukan pada tahap pertama. Pada saat itu terjadi banyak penolakan dari masyarakat karena merasa tidak tahu dan tidak pernah memberikan dukungan kepada para kandidat.

Pasangan kandidat Independen pilkada yakni Yosep Renmeu dan Wardatu Uar harus mengumpulkan dukungan sebanyak 4000 lebih suara Sedangkan Yosep Sikteubun dan Zulkifli Retob harus mengumpulkan dukungan sebanyak 3000 lebih.

Sumber: Radio Gelora Tavrul

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak