Jabar Relokasi Favorit Perusahaan Padat Karya

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan sejumlah wilayah di Jawa Barat menjadi daerah ideal bagi perusahaan padat karya yang berniat pindah dari DKI Jakarta.

NUSANTARA

Senin, 18 Mar 2013 15:32 WIB

Author

Nur Azizah

Jabar Relokasi Favorit Perusahaan Padat Karya

jawa barat, industri padat karya

KBR68H, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan sejumlah wilayah di Jawa Barat menjadi daerah ideal bagi perusahaan padat karya yang berniat pindah dari DKI Jakarta.

Ketua Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik APINDO Anthony Hilman menyatakan hal ini setelah 90 perusahaan padat karya berencana merelokasi pabriknya ke Jawa Tengah.

Ketua Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik Apindo Anthony Hilman mengatakan, langkah itu dilakukan perusahaan lantaran selama ini perlindungan pemerintah daerah terhadap perusahaan nihil. Anthony mengklaim, perusahaan mempertimbangkan biaya operasional di Jakarta yang sudah tidak sesuai lagi dengan standar mereka.

"Ya, kalau kita lihat misalnya di sekitar wilayah Jabodetabek ini, sekitar Jawa Barat, misalnya di daerah Sukabumi, Cianjur masih menjanjikan perusahaan terutama yang padat karya itu. Tapi juga terkait dengan ketersediaan tenaga kerjanya. Saya kira Jawa Tengah juga pilihan favorit, tetapi mengingat pasar besarnya itu ada di Jakarta, tentu pilihan mereka adalah yang lebih dekat Sukabumi atau mereka memilih ke Jawa Tengah," kata Anthony saat dihubungi KBR68H.

Sebelumnya, Apindo menyebut sekitar 90 perusahaan di Jabodetabek memutuskan merelokasi pabriknya ke Jawa Tengah tahun ini. Ini karena perusahaan tidak sanggup membayar upah buruh DKI Jakarta yang mencapai Rp 2,2 juta.

Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi mengatakan, Jawa Tengah menjadi lokasi paling favorit tujuan relokasi pabrik karena UMP di sana lebih rendah dibanding DKI Jakarta. UMP Jawa Tengah hanya Rp 1,2 juta. Bahkan menurut Sofyan ada sejumlah perusahaan yang justru pindah ke Jawa Timur.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 7