Ekspor Impor di Jambi Lesu

Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Jambi menyatakan, arus ekspor-impor Provinsi Jambi saat ini lesu.

NUSANTARA

Jumat, 01 Mar 2013 11:16 WIB

Ekspor Impor di Jambi Lesu

Ekspor Impor, Jambi

KBR68H, Jambi- Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Jambi menyatakan, arus ekspor-impor Provinsi Jambi saat ini lesu. Namun, pihak Bea dan Cukai membantah, jika sepinya ini sebagai dampak maraknya ‘pelabuhan tikus’ yang berada di wilayah perairan, khususnya di Kuala Tungkal dan Nipah Panjang.

Pelaksana Harian Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pelayanan Bea Cukai Jambi, Heri, mengatakan, sepinya kegiatan ekpor-impor ini disebabkan oleh banyak hal. Diantaranya, keengganan perusahaan pelayaran pemilik kontainer menerima pesanan untuk membawa barang-barang mereka dari dan ke Jambi.

"Selain jumlahnya  terbatas, para pengusaha kontainer enggan menerima "job" dari Jambi, karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan," kata Heri.

Lanjut Heri, pemilik kontainer biasanya mau menerima job dari para eksportir, jika mereka juga menerima job dari importir. "Artinya, perusahaan pelayaran mau membawa barang ke Jambi dari luar negeri, jika dari Jambi mereka menerima pesanan untuk membawa barang keluar negeri, sehingga kontainer yang dipesan tidak dalam keadaan kosong ketika menuju atau keluar dari Jambi," tutur bekas Kepala Bea dan Cukai Kuala Tungkal ini.

Heri membantah sepinya kegiatan ekpor-impor di Jambi akibat adanya beberapa "pelabuhan tikus" di wilayah pesisir Jambi. Kalaupun ada,  katanya, "itu tidak sampai mengganggu. Kegiatan itu dilakukan dalam skala kecil, sehingga tidak menganggu kegiatan ekpor-impor secara umum. Sebab, biasanya, mereka (penyeludup) menggunakan kapal-kapal kecil yang daya angkutnya juga kecil. Lagi pula, yang mereka bawa dari luar biasanya juga kebutuhan sehari-hari,"jelasnya.

Pihak Bea Cukai juga mengakui kesulitan untuk memberantas atau menghentikan kegiatan penyeludupan barang-barang di beberapa ‘pelabuhan tikus’. Sebab, kegiatan itu telah memiliki jaringan yang cukup luas dan secara langsung mempengaruhi perekonomian warga di sekitar  Kuala Tungkal dan Nipah Panjang.

Sumber: Radio Jambi FM

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Meningkat Netizen Pakai Petisi di Platform Digital