Bagikan:

Titik Panas Terdeteksi di Aceh, Terbanyak di Kabupaten Aceh Singkil

Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada 18 titik panas yang terdeteksi.

NUSANTARA

Selasa, 22 Feb 2022 17:18 WIB

Belasan titik api terdeteksi di Aceh

Petugas gabungan berupaya memadamkan titik api yan terbakar di Aceh, Selasa, 22 Februari 2022. Foto:Istimewa

KBR, Aceh– Belasan titik panas terdeteksi di kawasan hutan Provinsi Aceh, Selasa, 22 Februari 2022. Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada 18 titik panas yang terdeteksi.

Dugaan sementara, titik panas itu muncul akibat aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Kegiatan ini kerap jadi penyebab utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sana.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Iskandar Muda, Zakaria Ahmad mengatakan hasil sensor modis (Satelit Terra Aqua dan Suomi NPP) menyebut titik panas itu tersebar di empat kabupaten. Yakni, 12 titik di Kabupaten Aceh Singkil, 4 titik di Aceh Selatan, 1 titik di Aceh Tenggara, dan Subulussalam 1 titik.

"Kemarin (21/02), ada 5 titik terpantau titik panas, dan hari ini ada 18 titik. Ini memang sudah kita peringatkan kepada masyarakat, karena Aceh sendiri saat ini berada di musim atau masa peralihan. Di mana, di masa peralihan ini lebih banyak cerahnya, kemudian juga lebih sedikit hujan," kata Zakaria Ahmad kepada KBR, Selasa, 22 Februari 2022.

Baca juga:

Zakaria mengimbau, setiap pihak tidak membuka lahan baru dengan cara membakar, karena berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Pemadaman juga akan lebih sulit dilakukan, sebab berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Aceh tidak akan diguyur hujan selama beberapa hari ke depan.

"Kalau ada hujannya relatif ringan dan pastinya tidak merata. Makanya, dibutuhkan kesadaran masyarakat tani dalam mengantisipasi terhadap munculnya titik panas di hutan, apalagi dampaknya juga bisa mengganggu kesehatan melalui kabut asap," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas menjelaskan, karhutla mulai rentan terjadi di beberapa kabupaten/kota. Menurutnya, selain membakar lahan gambut, titik api juga merembet ke sejumlah fasilitas umum, seperti jalan, permukiman penduduk, dan beberapa kantor pemerintahan.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih